Mohon tunggu...
Aymara Ramdani
Aymara Ramdani Mohon Tunggu... Administrasi - Orang yang hanya tahu, bahwa orang hidup jangan mengingkari hati nurani

Sebebas Camar Kau Berteriak Setabah Nelayan Menembus Badai Seiklas Karang Menunggu Ombak Seperti Lautan Engkau Bersikap Sang Petualangan Iwan Fals

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Serunya "Solo Trip" ke Pekalongan, Petung Kriyono dan Gunung Rogojembangan

5 April 2018   17:14 Diperbarui: 6 April 2018   16:48 3682
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Perjalanan dari Jakarta ke Pekalongan saya tempuh dengan menggunakan jasa kereta, bagi sebagian orang termasuk saya, yang merokok akan menyiksa. karena kereta sekarang ini sudah jauh lebih manusiawi bagi kita semua, dan sangat disenangi oleh mereka yang tidak merokok, tetapi bagi kita yang merokok, aaaah sudahlah. 

Mbok ya, PT KAI memberikan space atau smooking area di dalam kereta gitu lho. memang di stasiun-stasiun kereta ada smooking area, tapi di dalam keretanya sendiri?Mungkin bisa disediakan satu gerbong khusus untuk para perokok, hahaha, mesti banyak yang setuju sama ideku ini. 

Tiba di Pekalongan sekitar subuh, setelah menikmati perjalanan sekiraR 5-6 jam. Istirahat sejenak di Stasiun Sembari #narkopian pastinya. Menunggu agak terangan baru menuju sebuah pantai yang letaknya tak jauh dari stasiun. Dengan menggunakan ojek saya tiba di pantai itu, Pantai Pasir Kencana namanya. Sepi, sunyi belum ada aktivitas apapun di sana. Ya iyalah, lha wong masih pagi.

Menikmati pantai sebentar, lanjut entah mau ke mana. Browsing sebentar, akhirnya saya putuskan untuk ke Museum Batik. Ya perjalanan menuju ke sana seperti biasa, tanya sana dan sini, naik angkot, naik becak dan jalan kaki diantara truk-truk besar. 

dscn0877-jpg-5ac740f6dd0fa82ec225fc32.jpg
dscn0877-jpg-5ac740f6dd0fa82ec225fc32.jpg
 
Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Kekuatan mulut adalah sakti kawan, setelah tanya sana dan sini akhirnya saya tiba di Museum Batik yang rupanya berdekatan dengan sebuah masjid yang gagah. Berbagai batik di pajang, bagus, halus dan mulus. 

1-5ac7417adcad5b1770384ab5.jpg
1-5ac7417adcad5b1770384ab5.jpg
Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkannya ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. 

Yang menarik di dalam foto itu ada sepasang patung yang menurutku epik Jepret dan taraaaa... patung aja pasangan, masa kamu ngga, truck saja gandengan, masa kamu ngga, ATM saja bersama, masa kamu ngga.. hahaha lanjut...

Dekat museum, ada plank BATIK, yang sepertinya menjadi ikon Pekalongan (bisa di ralat) jika saya salah. Oh iya, kuberitahu satu hal kawan, saya juga sempet makan duren. Dan rupanya, Pekalongan juga rupanya sentra durian, karena baru ingat, selain saya ingin naik gunung dan ingin pula menikmati festival durian di sana. 

Tapi, ah sudahlah. Di Pasar Doro sajalah makan durennya. Oh iya di depan museum itu juga banyak yang jual kopi, jangan lupa ngopi kawan, masih ada kopi diantara kita kan, angkat cangkirmu kawan, tuangkan air kedamaian. Nah kalo di Jakarta, di taman Suropati, yang jual kopi seru juga kawan, saya nyebutnya kopi ngepot, karena berseliwerannya tukang kopi di sana, ngebut pulak. Hahaha.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Seperti biasa mulut adalah kekuatan yang masih sakti, tanya sana-sini untuk menuju Pasar Doro dari Museum Batik, saya diarahkan sebuah jalan raya dan menunggu angkot yang menuju Pasar Doro. 

Tibalah saya di Pasar Doro, sebuah pasar tradisional dengan segala aktivitasnya. Ketika kau hendak bertanya kepada seseorang, lakukan dengan memesan secangkir kopi di warung sekitarnya, maka keakraban dan tujuan kita akan segera kita dapatkan infonya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun