Mohon tunggu...
Ayi Candra
Ayi Candra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiwa Tingkat Akhir

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Waspada Bahan Tambahan Pangan (BTP) Berbahaya untuk Makanan

14 Desember 2022   23:14 Diperbarui: 14 Desember 2022   23:26 657
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Ditemukan pada produk makanan seperti mie dan kerupuk. Ciri dari makanan yang mengandung auramin yaitu ditandai dengan warna kuning yang mencolok seperti metanil yellow. Auramin dapat merusak ginjal dan liver jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama. 

Selanjutnya yaitu formalin. Formalin adalah sebuah cairan/larutan yang sering digunakan sebagai pengawet mayat, desinfektan/antiseptic serta digunakan juga dalam pengeras, antibusa, karpet, kertas, sutra, dan industri plastik. Saat ini, penggunaan formalin sebagai BTP oleh pelaku usaha sering digunakan sebagai pengawet pada pangan seperti bakso, mie, ikan, dan tahu. 

Pada dosis yang cukup tinggi, penggunaan formalin dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan seperti pada sistem pernapasan (nyeri dada, batuk-batuk), sistem saraf (kejang-kejang), sistem pencernaan (muntah, diare, kerusakan hati, ginjal), dan kanker. Pengonsumsian formalin juga dapat mengakibatkan kematian ketika dosis yang dikonsumsi lebih dari 30 ml. Ciri makanan yang mengandung formalin yaitu memiliki tekstur keras, tidak mudah hancur, kenyal, tidak mudah busuk, dan memiliki bau yang menyengat. 

Kemudian, boraks dan asam borat. Umumnya masyarakat menggunakan boraks sebagai detergen dan antiseptik lemah. Namun, penggunaan boraks sebagai BTP oleh pelaku usaha sering ditemukan dengan tujuan untuk memperbaiki warna, tekstur dan rasa seperti pada bakso, kerupuk, mie, lontong, hingga makanan ringan. 

Diantara ciri makanan yang mengandung boraks yaitu tekstur dan bentuk yang kenyal, tidak mudah hancur, dan sangat renyah. Efek berbahaya yang ditimbulkan bagi kesehatan akibat pengonsumsian boraks meliputi gangguan saraf pusat, gangguan ginjal serta hati dengan gejala yang ditemukan yaitu muntah, pusing, kram perut, dan diare. Selain itu, apabila boraks dikonsumsi oleh anak kecil pada dosis 5 gram dan dosis 10-20 gram pada orang dewasa, boraks dapat menyebabkan kematian. 

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan terdapat beberapa bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi kesehatan yaitu metanil yellow, rhodamin b auramin, formalin dan asam borat/boraks. Makanan-Makanan yang tercemar oleh bahan-bahan tambahan pangan tersebut memiliki beberapa ciri khusus pada sediaannya seperti warna yang mencolok, tekstur yang keras dan tidak mudah hancur dan memiliki bau yang menyengat. 

Jika bahan-bahan tambahan pangan yang berbahaya tersebut dikonsumsi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan mengakibatkan beberapa efek buruk pada kesehatan seperti gangguan pencernaan seperti muntah, diare dan mual, gangguan pada fungsi hati dan bahkan hingga kematian. 

Selain yang telah dijelaskan, masih banyak lagi bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti yang telah dijelaskan berdasarkan Permenkes RI No. 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan seperti kalium bromat, asam salisilat dan senyawanya, dulsin, nitrofurazon dan masih banyak lagi. 

Semua jenis bahan tersebut dipilih bukan tanpa alasan melainkan terdapat keuntungan seperti lebih ekonomis, praktis, dan mudah diperoleh di pasaran. Pelaku usaha yang menggunakan bahan tersebut hanya memikirkan keuntungan pribadi semata tanpa memikirkan efek bahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan para konsumennya. 

Padahal masih banyak bahan-bahan tambahan pangan yang dikategorikan aman menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 33 tahun 2012 yang mengklasifikasi BTP menjadi 27 golongan sesuai dengan penjelasan berikut ini :

  1. Antibuih

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun