Mohon tunggu...
Raihan Tri Atmojo
Raihan Tri Atmojo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UNS. Saat ini sedang senang terhadap dunia blog dan mencoba menambah wawasan dengan berbagai macam bacaan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sebuah Catatan Kecil

23 April 2022   16:57 Diperbarui: 23 April 2022   17:08 477
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Cuaca di luar cukup dingin. Deru mobil saling bersahutan, lampu-lampu dari took yang ada di pinggir jalan menghiasi pandangan. Suasana ramai menghiasi malam yang cerah menghiasi Kartosuro malam itu. Sepanjang jalan Slamet Riyadi tidak ada suasana sepi, semua toko buka dan ramai.

Aku menyeruput teh hangat sambil memandangi jalanan. Di mejaku ada sebuah buku kecil, laptop, dan juga tasku. Yap, aku mengerjakana tugas kuliah di tempat makan. Jangan kira aku datang ke tempat makan yang modern seperti Coffeeshop, atau restoran seperti McD, KFC, dan restoran-restoran  ternama lainnya, tidak!

Aku cuma datang ke warung bakso, itupun yang gak terlalu ramai, kalau kata orang sih gak 'recommended'. Wajar saja, akhir bulan bagi anak perantauan sepertiku ini menjadi momok bagiku, dan juga teman-teman perantauan lainnya. Lalu, aku cuma makan di tempat biasa selain karena uang yang menipis, tapi juga karena aku terbiasa kemana-mana seorang diri.

Namun kali ini aku berbeda. Aku melakukan sesuatu yang berbeda dan ini tidak pernah kulakukan sebelumnya. Menunggu perempuan dan mengajaknya bicara berdua, sungguh aku tak pernah membayangkan akan sampai sejauh ini. Hal itu tentu wajar karena akhir-akhir ini aku memang lebih sering seorang sendiri.  Aku hanya berkomunikasi ke beberapa teman saja di perantauan ini. Hal itu terjadi setelah kejadian hari itu, lebih tepatnya sepekan yang lalu.

"Kamu mungkin tidak lama lagi mas." Ucap dokter Eko dengan wajah dingin

"Maksudnya?!" jawabku dengan mata yang lebih terbuka

"Ya, karena benturan waktu tabrakan bulan lalu, secara fisik mas Faisal tidak apa-apa, tapi memori yang ada di otak memiliki masalah" Jelasnya

Aku yang mendengar hal itu membeku. Bayangan-bayangan masa lalu dari masa kecilku hingga saat ini mulai terbayang-bayang kembali. Aku yang selama ini mengira bahwa paling aku cuma benjol dan lecet sedikit akibat dari kecelakaan yang kualami pekan lalu, ternyata dampaknya akan lebih buruk lagi.

"Jadi apa yang bakal terjadi dengan saya dok?" Jawabku dengan pasrah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun