TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI profesional

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Potret Sleeping Buddha dan Leong San Thong Temple di Pulau Penang

20 Maret 2017   10:31 Diperbarui: 20 Maret 2017   11:00 156 12 9
Potret Sleeping Buddha dan Leong San Thong Temple di Pulau Penang
a picture can tell ,more than one thousand words can do. /sleeping Buddha /semua foto adalah domunentasi pribadi tjiptadinata effendi


Potret Sleeping Buddha dan Leong San Thong Temple di Pulau Penang

Walaupun tujuan utama kami ke Pulang Penang adalah untuk menghadiri resepsi pernikahan anak pertama dari keponakan kami,menengok tante kami yang sudah berusia 93 tahun ,sekaligus kami manfaatkan untuk mengunjungi berbagai tempat yang menarik. Walaupun sesungguhnya ,kami sudah sering ke  Penang, tapi rasanya rugi ,kalau cuma duduk duduk atau tidur di hotel. Kalau kemarin kami berkunjung ke untuk menengok warisan peninggalan Hindu, maka ketika ada kesempatan ,kami manfaatkan juga sekalian memotreet Sleeping Buddha ,yang lokasinya sangat berdekatan.

Dok.pribadi
Dok.pribadi

Wat Chaiya Mangkalaram atau Sleeping Buddha adalah Thailand Buddhist Temple di penang. Vihara ini dibangun pada tahun 1845 dan terkenal dengan patung Buddha yang berbaring sepanjang 33 meter. Tempat ini juga merupakan pusat dari perayan festival Buddha seperti Songkran dan Loy Krathong . Walaupun kami bukan  pemeluk agama Buddha,tapi tidak ada salahnya mengunjungi tempat ibadah manapun,termasuk rumah ibadah Buddha dan Hindu.


Dok.pribadi
Dok.pribadi

Sleeping Buddha ini, Terletak tepat di seberang dari Wat Chaiya Mungkalaram ada Dharmikarama Burmese Temple . Vihara ini dibangun pada tahun 1803 dan merupakan vihara Budha Burma pertama di Malaysia.

Buka : Setiap hari dari pukul 10:00 pagi – 17:30 sore  dan berlokasi di Jalan , Lorong Burma, Pulau Tikus, Georgetown, Pulau Pinang, Malaysia.Dan  seperti juga tetangganya rumah ibadah warisan Hindu,disini juga tidak ada karcis masuk,alias gratis.


Dok.pribadi
Dok.pribadi

Kuil Leong San Thong

Sekali mendayung,dua tiga pulau terlampaui,kata pribahasa yang mungkin sudah dianggap kuno atau out of date,tapi bagi kami,tetap saja uptodate untuk dijadikan falsafah hidup Yang dimaknai,memanfaatkan waktu secara maksimal. Karena kalau jalan ke negeri orang,hanya untuk duduk dan tidur di hotel ,rasanya bukanlah pilihan yang tepat.Karena disamping membuang uang secara percuma,sekaligus tidak ada kenangan indah yang dapat dibawa pulang.


Dok.pribadi
Dok.pribadi

George Town adalah kota yang dinyatakan sebagai World Heritage City di bawah pengawasan UNESCO. Kota ini merupakan salah satu saksi bisu betapa pengaruh sejarah sejak jaman kolonial menyisakan secara utuh beragam bangunan yang ada di sini. Serta sekaligus menjadi bukti bahwa George Town dahulunya merupakan persinggahan, pertemuan dan sekaligus pembauran budaya Eropa serta budaya Timur.Dan semua bangunan tampak berdiri dengan megah dan utuh


Dok.pribadi
Dok.pribadi

Pulau Perpaduan Budaya Melayu dan Cina dan India .Bahasa yang digunakan merupakan bahasa gado gado,yakni bahasa Melayu yang dicampur dengan kata kata bahasa Inggeris yang sudah diadopsi menjadi bagian dari bahasa Melayu. Sedangkan warga dri etnis Cina sendiri, masih tetap berbicara sehari harian dalam bahasa Mandarin. Kata :"tionghoa' disini,terdengar tidak lazim,seperti halnya di Indonesia.


Dok.pribadi
Dok.pribadi

Di sini kita dapat menyaksikan warisan budaya, yang bersifat multikultural, yang pernah hidup secara berdampingan. Beragam agama dan budaya bertemu dan hidup bersama. Kondisi ini mencerminkan bahwa hidup bersama dalam keberagaman itu sesungguhnya sudah diaplikasikan sejak ratusan tahun lalu. Buktinya adalah berupa candi, kuil, masjid, dan gereja yang masih utuh dan terawat dengan baik.

Dok.pribadi
Dok.pribadi

Padahal, kalau kita membaca sejarah, pengaruh kolonial Eropa sudah ada sejak abad ke-15 atau hampir 500 tahun lalu. Sekalipun dalam perjalanan waktu yang amat panjang, para pemegang tampuk kekuasaan silih berganti, tidak terjadi penghancuran bagunan kuno tersebut. Karena penduduk di sini amat memahami bahwa kota ini walaupun secara formalnya merupakan bagian dari kerajaan Malaysia, namun sekaligus merupakan warisan kekayaan dunia

Dok.pribadi
Dok.pribadi

Leong San Thong Kuil ,merupakan  salah satu  bangunan yang sarat dengan nuansa Cina ,merupakan salah satu bukti sejarah,betapa peninggalan budaya dalam bentuk bangunan kuno,masih dipelihara dengan sangat baik. Bahkan menjadi salah satu selling point bagi Malaysaia dalam memikat para wisatawan dari mancanegara.

Sesungguhnya,untuk dapat menikmati perjalanan secara utuh di Pulau Penang ini,setidaknya membutuhkan waktu selama satu minggu. Kemarin sore ,kami masih mencoba mengejar untuk berkunjung ke Khe Lok Shi,yang juga cukup dikenal,sebagai tempat ibadah penganut agama Buddha.Tapi setibanya disana, ternyata sudah ditutup.

catatan: semua foto adalah dokumentasi pribadi tjiptadinata effendi

Saat ini, kami sudah berada di bandara udara Penang,untuk terbang kembali.

Tjiptadinata Effendi