Mohon tunggu...
Alfian Arbi
Alfian Arbi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Aquaqulture Engineer

Aquaqulture Engineer I Narablog

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Merindukan Energi Baru Terbarukan (EBT) Biomassa Kulit Kayu dan Limbah Pulp Menggeliatkan Kaltim

24 September 2017   22:02 Diperbarui: 5 Oktober 2017   19:37 2761
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Limbah Kayu Pengolahan Pulp Yang Juga Bisa Digunakan Sebagai Energy Biomassa

Grafis Tehnologi Pembangkit Listrik Biomassa
Grafis Tehnologi Pembangkit Listrik Biomassa
Analogi prosesnya bisa kita bayangkan ketika kita memasak air, sesederhana itulah bagaimana sikluspada pembangkit biomassa bekerja. Air dipanaskan, hingga menguap dan uap inilah yang digunakan untuk memutar turbin dan generator dalam menghasilkan listrik.

Prosesnya dimulai dari air deminyang berada di suatu tempat bernama hotwell, lalu mengalir ke condesate pump menuju dearator, di tempat ini, air demin akan mengalami proses pelapisan ion-ion mineral air seperti pelepasan oksigen. Tentu diperlukan suhu tertentu agar prosesnya berlangsung sempurna.

Air dari dearator turun ke Ground Floor menuju Boiler Feed Pump (BFP). Boiler sebuat tempat yang besar yang bersis air yang bertekanan tinggi, dimana akan menghasilkan uap yang bertekanan tinggi pula. Itulah sebabnya letak dearator berada di atas dan BFB di lantai bawah, agar faktor ketinggian menghasilkan tekanan yang tinggi pula.

Nah di Boiler inilah proses memasak itu agar menghasilkan uap. Dan untuk memasak dibutuhkan apiyang memerlukan udara panas dan bahan bakar. Bahan bakar yang dimaksud tentu saja biomassa yang berasal dari kulit kayu dan limbah pulp tadi.

Sistem FD Fan akan mengambil udara luar dalam membantu proses pembakaran di boiler. Dalam perjalanan ke boiler, udara dipacu suhunya oleh pemanas udara agar proses pembakaran bisa terjadi di boiler.

Setelah terjadi pembakaran barulah air mulai berubah wujud menjadi uap, namun uap itu belum layak memutar turbin, karena masih berupa uap jenuh yakni masih mengandung kadar air yang bakal mampu membuat sudut-sudut turbin terkikis.

Uap jenuh akan dikeringkan lagi dengan super heater, sehingga uap tersebut menjadi uap kering yang bisa memutar turbin dan akhirnya memutar generator yang terdapat medan magnet raksasa dan menghasilkan beda potensial pada magnet. Beda potensial inilah cikal bakal listrik, yang akan dialirkan ke trafo yang akan dirubah tegangannya dan disalurkan melalui transmisi kelistrikan untuk didistribusikan.

Uap kering yang digunakan memutar turbin akan turun kembali ke lantai dasar. Uap tersebut mengalami kondensasidi dalam kondesor dan berubah wujud kembali menjadi air dan masuk kembali ke dalam hotwell. Begitulah terus prosesnya sistem pembangkit ini berjalan.

Kaltim Go Green Versus Bagaimana Kelanjutan Mimpi Indah Mengkajang Itu Kini

Bulan September 2015 sebagai tindak lanjut KTT Pembangunan Berkelanjutan 2012, para pemimpin dunia sepakat tentang tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dimana mereka berkomitmen mengakhiri kemiskinan dan kesenjangan, serta memajukan kesejahteraan dengan lingkungan yang terjaga dan lestari periode 2016-2030.

Satu dari 17 poin SDGs adalah energi ramah lingkungan dan terjangkau yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 79/2014 tentang kebijakan energi nasional yang mengamanatkan peran energi baru dan terbarukan tahun 2025 paling sedikit 23% dan 2050 sekitar 31%.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun