Ryan Agatha Nanda Widiiswa
Ryan Agatha Nanda Widiiswa pelajar/mahasiswa

Amatiran yang hanya bisa Mengkritisi tanpa Solusi

Selanjutnya

Tutup

Politik

Buah Pemikiran Seorang Semaoen, Ekonom Terpimpin

23 Mei 2013   13:06 Diperbarui: 24 Juni 2015   13:08 1081 3 5

Mungkin banyak diantara kita yang mengenal Semaoen sebagai seorang pendiri sebuah Partai Kiri di Indonesia,Partai Komunis Indonesia.Banyak sisi lain dari diri Semaoen yang kurang terpublish oleh media dan masyarakat luas,termasuk keikutsertaan Semaoen dalam Badan Perancang Negara Russia yang berpusat di Tajikistan serta gelar Sarjana Ekonomi yang ia dapat di Universitas Taskent.Selain itu,pada masa akhir hidupnya Semaoen juga pernah menjadi seorang Dosen di Unpad sebagai dosen Ilmu Ekonomi Terpimpin.Beliau juga menerbitkan buku tentang Ilmu Ekonomi Terpimpin yang berjudul "Pengantar Ilmu Ekonomi Terpimpin" pada tahun 1960 yang sangat terpengaruhi oleh pemikiran Lenin dan Karl Marx.Buku tersebut rencananya akan terbit dalam empat edisi,tetapi karena takdir berkata lain maka hanya edisi pertama yang sempat terbit ke pasaran.Saya disini bukanlah seorang penggila gagasan komunis,saya hanya ingin menuliskan sebuah pemikiran Semaoen,karena saya belum menemukan buah pemikirannya di Internet.Semoga tulisan saya ini bermanfaat buat pembaca dan kita semua dapat mengambil sisi positif serta membuang sisi negatif dari buah pemikiran ini. Pada kesempatan kali ini,saya akan sedikit menjabarkan tentang pemikiran Ekonomi Terpimpin versi Semaoen yang saya baca dari bukunya.Semaoen didalam bukunya menjelaskan,karyanya ini sangat terinspirasi oleh buku "Das Kapital" karya Karl Marx,buku "Materialism I Emipirio Criticism" karya W.I. Lenin dan juga buku "Ekonomi Politik" karya Akademia Nauk S.S.S.R.Didalam bukunya,Semaoen ingin sekali membuat sebuah pemikiran sosialis yang bernafaskan Indonesia yang sesuai dengan kepribadian,sejarah,bakat bangsa,serta kekayaan alam Indonesia.Sebenarnya alasan terbesar Semaoen menerbitkan buku "Ilmu Ekonomi Terpimpin" karena buku ekonomi yang waktu itu diajarkan pada Universitas Universitas adalah ekonomi yang ditulis oleh sarjana ekonomi dari Eropa Barat dan Amerika yang sejatinya sangat menguntungkan dan memajukan perusahaan perusahaan swasta.Ajaran ajaran buku tersebut sangatlah berlainan dengan ekonomi yang dibutuhkan dalam demokrasi terpimpin yang disampaikan Presiden Soekarno dalam manifesto politiknya pada 17 Agustus 1959.Sehingga sangatlah diperlukan sebuah buku yang dapat menuntun bagi para generasi penerus pada saat itu untuk meneruskan perjuangan menuju masyarakat sosialis ala Indonesia. Semaoen sangat menentang sistem pasar yang dijalankan oleh perusahaan perusahaan karena sangatlah tidak beraturan dan akan banyak merugikan pihak pihak yang lemah serta terbuang dari sistem pasar.Karena ia berpendapat bahwa seharusnya setiap perusahaan kuat yang berproduksi sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat serta memberikan ruang kepada perusahaan lemah lainnya untuk ikut masuk ke dalam pasar.Dan setiap perusahaan haruslah berprinsip produksi yang sangat terencana sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak asal berproduksi sebesar besarnya serta memasarkan sekuat kuatnya agar semuanya laku.Perusahaan dalam pemikiran Semaoen haruslah tunduk kepada Negara dan segala alat produksi haruslah dimiliki oleh negara sehingga setiap perusahaan tidak boleh mengeruk kekayaan sebesar besarnya.Karena tujuan pengolahan perusahaan haruslah sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 dimana Perekonomian dijalankan dengan konsep kekeluargaan,sehingga setiap perusahaan haruslah memperkaya seluruh taraf kehidupan masyarakat Indonesia bukan hanya memperkaya anggota anggota perusahaan.Beliau juga berpendapat bahwa setiap perusahaan haruslah tunduk dibawah sebuah organisasi besar yang bernama koperasi,agar tidak adanya sebuah perusahaan yang mengeruk keuntungan terlalu banyak dan ada perusahaan yang mati karena sistem pasar. Selain itu,Semaoen juga berpikiran bahwa setiap petani haruslah menjadi sebuah penggerak ekonomi Indonesia.Alat alat produksi pertanian yang ada di setiap desa haruslah milik negara dan digunakan bersama sama untuk kepentingan bersama.Program padat karya juga harus ditonjolkan daripada program padat modal,karena mesin yang terlalu canggih dapat membunuh jumlah buruh yang harus bekerja walaupun menghemat pengeluaran.Pemikiran ini berdasarkan bahwa setiap usaha yang ada haruslah menonjolkan terbantunya sesama manusia bukanlah semata hanya tujuan keuntungan.Semaoen juga berpendapat di masa yang akan datang,kaum petani dan buruh haruslah menjadi pegawai negeri agar masa tuanya mereka terjamin oleh negara.Inti dari pemikiran ekonomi terpimpin versi Semaoen,dimana setiap kegiatan ekonomi yang ada haruslah terencana dengan baik dan tidak boleh "asal bertindak" sesuai sistem pasar.Setiap kegiatan ekonomi haruslah bertujuan untuk menguntungkan semua anggota masyarakat yang ada bukan hanya untuk pelaku kegiatan ekonomi tersebut.Pemikiran Semaoen tentang kepemilikan bersama atas alat produksi sangat terinspirasi dengan sistem pada jaman kesukuan masyarakat purbakala,dimana pada jaman kesukuan yang masih terdiri 10-20 orang didalam masyarakat.Didalam masayarakat kesukuan purbakala tersebut,alat produksi dimiliki bersama sehingga setiap keuntungan yang dihasilkan oleh alat produksi tersebut meningkatkan taraf seluruh anggota suku.Apalagi Indonesia pada jaman dahulu,sistem kesukuannya sangat erat dengan nilai "gotong royong". Semaoen juga menjabarkan rencananya dalam jangka 30 tahun dari 1960-1990 untuk mewujudkan sebuah masyarakat sosialis di Indonesia : 1961-1965 : Peningkatan sektor pertanian,perikanan,pertambakan secara besar besaran.Pembuatan perusahaan-perusahaan pertanian,industri,perikanan,dan pertambakan milik negara.Pembuatan perusahaan pertambangan emas milik negara.Pembuatan perusahaan pabrik mesin untuk membuat alat kerja dan perlengkapan pabrik milik negara.Export Import harus dimonopoli oleh perusahaan milik negara. 1966-1970:Pembuatan jalan raya modern dan perlebar semua jalan raya di pulau Jawa.Pendirian perusahaan negara dibidang motor,pesawat terbang dan turbin listrik. 1971-1975:Pembukaan hutan hutan di Kalimantan serta program transmigrasi secara besar besaran atas dasar bidang produksi.Perusahaan perusahaan pertanian dijalankan oleh buruh dan pegawai negeri disemua bidang pertanian. 1975-1980:Perkembangan transmigrasi dimana sudah lebih dari separuh penduduk pulau Jawa dipindahkan ke Kalimantan dan sawah setiap petani di Jawa dapat diperluas dua kali lipat.Indonesia sudah harus mempunyai sebuah perusahaan atoom untuk penghubung lapangan industri dan pertanian. 1980-1985:Pertanian sudah mulai dirubah seluruhnya dalam negeri menjadi pertanian negara dan petani dijadikan buruh  pegawai negeri yang penghasilannya 6 kali dari petani swasta di luar negeri.Dengan demikian setiap warga negara Indonesia akan terjamin hidupnya pada waktu tua dengan jaminan pensiun dari negara 1985-1990:Seluruh bangsa Indonesia tua muda akan hidup kaya raya perseorangan dengan tidak berkecuali.Setiap keluarga akan mempunyai mobil sendiri termasuk para petani yang kemungkinan mobil hasil dari perusahaan negara.Semua jalan diseluruh Indonesia sudah didobelkan paralel lebar lebar untuk menampung ramainya lalu lintas. Berikut saya akan menjabarkan kelemahan kelemahan Ekonomi Terpimpin layaknya Ekonomi Sosialis Timur yang sudah redup di masa sekarang.Kelemahan ini saya adopsi dari buku "The Sovyet Economy" karya Alec Nove,karena mengingat miripnya Ekonomi Terpimpin Indonesia dengan Ekonomi Russia. 1.Sistem perencanaan sentral mempunyai keuntungan, terutama pada tahap awal penerapannya tetapi dalam kehidupan ekonomi yang demikian kompleks dan dinamisnya, ternyata tidak mungkin merencanakan produksi dan distribusi dari demikian banyaknya jenis barang dan jasa yang dibutuhkan oleh semua warga.yang mengakibatkan pemborosan dan inefisiensi dalam waktu menunggu dan waktu penyesuaian yang lama. 2.Cara mencapai target produksi tertentu melalui komando yang berbentuk kampanye. Sehingga sangat membingungkan pelaku,serta sangat riskan berbau diktator 3.Beban pekerjaan para perencana tertinggi terlampau banyak. Maka banyak keputusan yang diambilnya sangat terlambat dengan segala konsekwensinya berbentuk penghamburan dan inefsiensi. 4.Harga pokok dari barang dan jasa yang diproduksi guna penentuan harga jual tidak sama dengan harga pokok yang sebenarnya.Sehingga banyak kerugian yang diderita oleh perusahaan perusahaan negara dan swasta. 5.Banyak barang yang diproduksi tidak sesuai dengan selera maupun kebutuhan para warganya. 6.Perekonomian akan menjadi tercampur aduk oleh kepentingan politik. 7.Beban pekerjaan para perencana tertinggi terlampau banyak. Maka banyak keputusan yang diambilnya sangat terlambat Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pemikiran Semaoen seorang Ekonom Terpimpin.

Seperti kata Bung Karno "Jasmerah ! Jangan sekali sekali melupakan Sejarah !" Bangsa yang besaradalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sendiri."