Monkey See, Monkey Do

25 Juni 2011 23:55:58 Diperbarui: 25 Juni 2015 21:10:06 Dibaca : 95 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Judul diatas saya dapat saat membaca buku Mutasi DNA (Reynald Khasali), lucu ya…saya juga tersenyum saat mengucapkannya. “mangki si, mangki du”; apa yang dilihat monyet, dia akan melakukannya. Apa yang mendasari Bang Reynald menulis istilah itu? Karena banyak dari kita yang hanya ikut-ikutan, kalau hal baik lumayan – lha kalau hal yang jelek???.

Dengan alasan teman saya melakukan ini, ayah saya melakukan ini, atasan saya melakukan ini, saya pun akan melakukan ini. Sebisa mungkin rumus ATM yang telah basi ini, bisa kita praktekkan kembali. Amati, Tiru dan Modifikasi, gak salah memang ikut-ikutan tapi akan lebih baik kalau memakai cara anda dan anda memberikan tambahan/ hasil yang jauh lebih baik. Supaya gak seperti monyet, manusia memerlukan kreativitas dan inovasi. Dan hal itu memang telah dimiliki manusia dan monyet tidak – walaupun jumlah sel otak monyet tertinggi dari semua binatang. Trus bagaimana caranya supaya kreativitas dan inovasi itu bisa muncul: Sama seperti mengelola beban kerja dan tim anda. Kita juga perlu mengelola otak, dengan memberikan stimulus pemikiran yang tepat, pemikiran yang breakthrough, pemikiran yang nyeleneh dan terus belajar, otak akan menghadiahi anda solusi yang cemerlang bagi setiap permasalahan anda. Dibanyak tempat kerja, potensi dari sebuah pendekatan yang lebih kreatif jarang digunakan. Jika anda seorang manjer atau pemimpin sebuah tim, baik tim itu kecil atau divisi besar, tak terhitung banyak cara yang menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih kreatif dapat menghasilkan tenaga kerja yang lebih bahagia dan suasana kerja yang menyenangkan. Bantu tim anda untuk tidak terpaku pada rutinitas kerja yang membosankan, caranya? bakar kursinya dengan keinginan-keinginan untuk mencoba dan mendapatkan hal baru. Paksa mereka meminta pertolongan imajinasi untuk mendorong inspirasi dan berkreasi agar mereka dan anda terus tumbuh. Mendapatkan satu gagasan kreatif yang hebat tidaklah cukup, butuh aliran gagasan baru yang tiada habisnya itulah yang berarti. Seperti yang dikatakan setiap pengusaha sukses, kreativitas dan kemampuan mengemukakan gagasan-gagasan baru adalah hal terpenting bagi keberhasilan pribadi atau organisasi. Sebagaimana Tuen Anders, Manging Partner dari Enterprise IG di Amsterdam, berkomentar: “Anda bisa saja memiliki pabrik terbesar di dunia dan produk terbaik, tetapi jika Anda tidak memiliki gagasan, Anda akan tersisih”. Dan Tony Buzan dalam bukunya ‘Mind Maps at Work’ dalam hal kreativitas menyatakan bahwa “Langit adalah batasnya”.

Rizal Ardianto

/rizalarable

Arek Suroboyo yang memutuskan untuk menapaki hidup di pulau seberang
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana