Mohon tunggu...
NikenDe
NikenDe Mohon Tunggu... Guru - Vinsensia Niken Devi Intan Sari

Lahir di sebuah desa yang terletak ditengah hutan jati. Desa tersebut berada di wilayah kabupaten Banyuwangi. Daerah yang terlanjur terkenal kembali dengan sebutan Desa Penari. Niken kecil hidup diantara orang tua yang berprofesi sebagai guru. Guru jaman OLD. Dengan segala kekurangannya, namun tetap dan terus mensyukuri dan menyemangati anak-anaknya untuk berpendidikan tinggi. Dengan satu semboyan Ajaib dari mereka bahwa "Pasti ada jalan jika itu untuk biaya pendidikan." That is TRUE. Benarlah adanya. Kami, anak-anak guru SD di sebuah desa kecil tersebut mampu melanjutkan sekolah sampai lulus Sarjana. Mimpi Bapak Ibu terkabul. Hobi menulis menjadi sebuah kegiatan yang selalu memhadirkan CANDU. Menekuninya menghadirkan kegembiraan tersendiri. Semoga menjadikan manfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Pantai Boom dan Sampah

17 Oktober 2019   21:00 Diperbarui: 17 Oktober 2019   22:29 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Manusia boneka yang siap ber swafoto cukup dengan beberapa ribu rupiah

Pantai Boom adalah sebuah pantai yang terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini dulunya merupakan pelabuhan. Saat ini aktivitas pelabuhan masih ada namun tidak terlalu ramai. 

Pantai yang berjuluk Marina Beach nya Banyuwangi ini mulai populer sejak Bupati Banyuwangi, Bapak Abdulah Azwar Anas dan pemerintah Kabupaten Banyuwangi rutin mengadakan pagelaran seni bertajuk "Gandrung Sewu (1000)". 

Pada akhir tahun 2012 diadakan event parade "Gandrung Sewu", yakni seribu penari gandrung menari di atas pasir Pantai Boom.

Pantai Boom awalnya hanyalah sebuah pantai yang biasa saja. Artinya tidak ada sudut spesifik yang ditawarkan. selain letaknya yang dekat pusat kota. Berbeda dengan Pantai Wedi Ireng, Pantai Teluk Hiaju atau deretan pantai di Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki hal-hal menarik untuk dijual.

Namun kini sungguh luar biasa. Perkembangan Kabupaten Banyuwangi terutama di sektor pariwisata menjadikan pantai ini berubah total.

Di kawasan Boom ini dimulai proyek pelabuhan khusus kapal pesiar (yacht) terbesar di Indonesia, yaitu Pelabuhan Boom Marina Banyuwangi. Proyek pelabuhan wisata ini, dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III. Proyek Wisata Boom Marina Banyuwangi nantinya akan memiliki dermaga dengan beragam fasilitas pendukung pariwisata yang cukup mewah, seperti zona marina, residensial, dan rekreasi. (Wikipedia)

Dermaga di waktu malam
Dermaga di waktu malam

Akhirnya aku melihat langsung suasana Pantai Boom yang selama ini hanya bisa kubaca atau kunikmati dari media. Berkesempatan pulang tidak dalam waktu libur adalah sebuah hal langka bagiku. Seorang guru SD yang jadwal kerjanya sesuai dengan kalender akademik Dinas Pendidikan setempat dan kalender pendidikan sekolah. 

Maka ketika mendapat ijin menjenguk orang tua di kampung berasa luar biasa syukurnya. Meski putra Banyuwangi namun aku tinggal jauh dari Kota tersebut. Jarak Banyuwangi dan kota tempat tinggalku sekitar 6 jam perjalanan dengan kereta api.

Mengunjungi Pantai Boom di waktu malam memang SESUATU. Malam Minggu pula. Keramaian dan ketenaran Pantai tersebut sudah terlihat sejak perjalanan menuju pintu gerbangnya. Mobil kami berjalan merambat. sangat padat. Melewati pintu gerbang terus merayap. Adik bungsuku membawa kami berkeliling ke area perkembangan pantai itu.

"Wow." decak kagum menjadi ungkapan kami tak henti. Melihat segala pembangunan yang dilakukan. Kami turun dan berjalan perlahan sambil menuntun ibunda tercinta. Anak-anak kecil yang kami bawa, berhamburan mendatangi manusia-manusia boneka yang menjajakan diri untuk ber swa foto. Di bawah jembatan yang menjadi ikon Pantai Boom, mereka mulai berfoto. Ramai luar biasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun