Meditasi Alam Cipta

10 November 2010 19:00:07 Dibaca :

Imagination is everything. If we can imagine a future, we can create it, if we can create that future, others will live in it. That is the essence of success.
Yang berarti:
Imajinasi adalah segalanya. Jika kita dapat berimajinasi tentang masa depan, kita dapat menciptakannya. Jika kita dapat menciptakan masa depan itu, orang lain akan tinggal di dalamnya. Inilah intisari dari kesuksesan.”
by. Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, India.
Dari pernyataan beliau, terlihat jelas bahwa beliau menekankan betapa pentingnya daya imajinasi. Imajinasi adalah segalanya. Coba kita renung sejenak. Kehidupan manusia di segala aspek hingga detik ini lahir terlebih dahulu di dalam otak orang-orang dimasa lalu, melalui daya imajinasi mereka yang konstruktif dan positif. Kata kuncinya adalah: Konstruktif dan Positif.

Setiap manusia secara tidak sadar telah menggunakan daya imajinasinya setiap hari. Yang membedakan antara orang yang sukses dan yang belum sukses adalah kontrol. Mereka yang sukses mampu mengontrol dan mengarahkan daya imajinasi mereka ke hal-hal yang konstruktif dan positif tentang masa depan mereka.

Dalam bukunya, The Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey juga menekankan pentingnya daya imajinasi melalui Habit kedua, yaitu: Begin With the End in Mind atau mulailah dengan membayangkan “akhir” dari suatu aktivitas di otak kita.

Daya imajinasi, sekali lagi, sangatlah penting karena skil ini sangat membantu kita menentukan tujuan/ goal kita, sejelas-jelasnya dan sedetil-detilnya. Semakin jelas dan detil kita dapat “melihat” tujuan akhir kita dalam kepala kita, semakin tinggi peluang kita untuk mencapainya. Namun di sisi lain, kita pun dituntut untuk dapat secara sadar dan bertanggung jawab mengontrol dan mengarahkan imajinasi-imajinasi kita ke hal-hal yang konstruktif dan positif yang berkaitan dengan masa depan kita….
SPESIFIK
Mengembangkan Kejelasan untuk Kesuksesan yang Luar Biasa
Ketika anda bertanya pada teman anda, hidup seperti apa yang mereka inginkan, jawaban yang biasa diberikan adalah: “Saya ingin hidup bahagia.” Kita semua ingin hidup bahagia, tetapi ini belum begitu spesifik. Orang yang hidup di sebuah pondok dari rumput, di tengah hutan, hanya mengenakan dedaunan sebagai pakaiannya bisa hidup bahagia. Jika inilah yang anda inginkan, tidak masalah. Tetapi, sedikit orang yang saya kenal akan puas dengan gaya hidup yang demikian.
Tidak ada dua orang di planet ini mendefinisikan kebahagiaan, cinta atau kesuksesan secara sama. Kita perlu mendefinisikan hal-hal ini bagi kita dan menentukan apa yang kita inginkan untuk mendapatkan hidup yang sempurna. Jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan, bagaimana kita bisa mendapatkannya ?

Kita perlu untuk lebih spesifik dengan hasrat kita. Kita perlu memperkembangkan sebuah gambaran tentang hidup yang kita inginkan yang jelas dan ringkas. Hanya dengan demikian kita dapat mewujudkan hidup yang kita impikan menjadi sebuah kenyataan.

Katakanlah anda dan teman anda berada di dapur. Anda mengatakan, “Berikanlah saya sebuah benda dari logam itu.”. Teman anda mencari benda tersebut dan menemukan sebuat sudip, sebuah garpu, sebuah pisau mentega, sebuah sendok, sebuah pemotong pizza, dan sebagainya. Teman anda bingung, kerena teman anda melihat semua benda dari logam yang ada di dapur, namun teman anda tidak mengetahui yang mana yang anda maksud. Jadi, teman anda memberikan anda sebuah sendok.

“Itu bukan yang saya maksud.”, anda berkata. Lalu teman anda memberikan anda sebuah sudip.
“Itu juga bukan yang saya maksud.”, anda berkata. Teman anda akan terus memberikan anda semua benda dari logam yang ada di dapur sampai anda mendapatkan benda yang anda maksud. Sebaliknya, jika anda mengatakan,”Berikan saya sebuah garpu.”, anda akan mendapatkannya seketika.

Mengembangkan kejelasan tentang apa yang kita inginkan adalah sangat penting bagi kesuksesan kita. Kenapa? Karena ketika kita tahu apa yang kita inginkan dan memintanya dari Tuhan, maka itulah apa yang akan kita dapat. Jika kita lebih spesifik dengan apa yang kita inginkan, kita akan mendapatkannya lebih cepat. Jika kita rancu, maka kita akan mendapatkannya lebih lambat.
ANGGER-ANGGER WETING DAYA CIPTA
( HUKUM GERAK CIPTA )
Kemana pikiran dan Kesadaran Cipta dipusatkan kesitu Energi Daya Cipta mengalir dan terkumpul, kesitu kehendak cipta diarahkan kesitu Energi Ilahi akan menyempurnakannya menjadi kenyataan.
Masuk kondisi LSP ( Lerem – Sidem – Premanem = hening cipta secara mendalam dalam sikap mati raga), mohon bimbingan dan pertolongan Allah, masuk fisualisasikan kehendak cipta sampai nampak nyata, tetapkan, yakini maka akan terjadi apa yang dipikirkan. Inilah hakekat pengertian bahwa pikiran adalah benda Artinya bahwa apa yang dipikirkan akan menjadi kenyataan.

Edi Sugianto

/majelisnaqs

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Be Yourself ... WWW.NAQSDNA.COM
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?