Mohon tunggu...
Lis Liseh
Lis Liseh Mohon Tunggu... Apoteker - Apoteker/Pengajar

Apoteker dan Pengajar di Pesantren Nurul Qarnain Jember | Tertarik dengan isu kesehatan, pendidikan dan filsafat | PMII | Fatayat NU. https://www.facebook.com/lis.liseh https://www.instagram.com/lisliseh

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Trouble Maker [Part 1]

8 Februari 2019   12:06 Diperbarui: 21 Maret 2019   11:54 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 Dia bangkit, turut berjalan menuju arahku. Dan melempar bola itu padaku sambil berkata, " 18 menit 22 detik. Lumayanlah buat pemanasan."

" Emang mau ngapain?" Aku masih berusaha mengatur nafas.

"Temani aku main basket." Radit langsung mengambil posisi.  Aku tersenyum  tawar.

"Ayo cepat lempar bolanya." Suruh Radit. Aku masih diam enggan.

"Kenapa?" Radit memandang tajam ke arahku.

"Kakiku keseleo pas lari tadi..." Aku merengek sambil menunjuk-nunnjuk kakiku yang sakit.

" Heh... Hahaha." Tanpa ampun Radit tertawa menggelegar seolah membelah langit.

"Terus aja ketawa sampai puas."

Begini banget ya nasibku, punya pacar macam alien begini. Susah ditebak maunya. Tanpa bisa kucegah, air mata meluncur menuruni wajahku, menetes tepat jatuh membasahi lantai lapangan basket. Serupa tetesan-tetesan hujan. Eh, bukan. Itu bukan cuma tetesan air mataku. Ternyata benar-benar gerimis, yang perlahan tetesannya berubah menjadi hujan lebat.

Radit berhenti tertawa, perlahan ia mendekatiku memegang kepalaku dengan kedua tangannya, mengangkat wajahku yang tertunduk menangis. Ia hapus air mataku meskipun itu percuma. Karena  air mataku telah bercampur dengan air hujan. 

Sigap, Radit membungkukkan tubuhnya. Mengurangi tinggi tubuhnya yang sejatinya 32 cm lebih tinggi dariku. Terasa olehku, sesuatu menyentuh bibirku, lembut. Hujan semakin deras.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun