Pengagum dalam Ratapan Air Mata

01 April 2013 10:39:40 Dibaca :

Kilas pandangan kala itu

Kilas pertemuan kala itu


Berlalu, penuh cerita


SUKA dan DUKA


Walau sikap indahmu pada rumput kering telah berubah


Bahkan begitu tandus



Maafkan aku


Apabila rasaku ini membuatmu terganggu


Tulus hati setulus-tulusnya aku mengagumi


Air mata ini hanya mampu berderaimenetes ,kala mengenangmu


Tanpa malu pada semua



Aku tahu, engkau begitu menjadi sorot akan bunga-bunga


Begitu banyak yang mengharap balas rasa


Namun aku?


Aku?


Rumput kering ini?


Sungguh tak ada nyali menginginkan balas rasa yang sama akan dirimu


Hanya inginkan engkau mengerti,


Bahwa aku akan selalu mengagumimu,


Kan ku simpan dalam palung hati terdalam


Semua cerita, dikala aku tersenyum melihatmu, mengingatmu


Semua cerita, dikala aku termenung melihatmu, mengingatmu



Satu hal yang aku pinta darimu,


Bukan materi


Bukan hati


Namun kumohon


Janganlah kau membenciku


Melupakanku, bahkan tidak menganggapku



Aku menyadari


Segala tindak dan ucap


Menjadikan ladang subur menjadi berdebu


Namun, ijinkan aku


Untuk selalu mengagumimu dan menjagamu


Dalam hatiku





Retno Wihyanti

/ilmuanmuda-retno.blogspot.com

Saya ingin jadi penulis profesional dan dapat menghasilkan karya yang berkarakter serta memiliki nilai guna-estetika yang tinggi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?