HIGHLIGHT

Karikatur KOMPAS Cetak, 4 Juli 2012

04 Juli 2012 07:31:46 Dibaca :
Karikatur KOMPAS Cetak, 4 Juli 2012

Lelah telinga ini mendengarkan - melihat berita di tivi. Kubuka KOMPAS hari ini, 4 Juli 2012. Mataku tertuju pada gambar "nyentrik", karikatur di halama enam. Betapa tajam sang penggambar menuangkan ide karikaturnya di KOMPAS (makasih bung Jit).

"EMANG DENGAR?"

Dua potong kata itu telah mengusik nalar sehatku. Mengusik untuk mengerti lebih lanjut akan salah satu karakter manusia, mendengar (-kan). Dari dua potong kata itu pulalah saya mencoba membuat pembedaan antara "peka" dan "pekak." Dua kata tersebut yang membedakan cuma huruf, "k". Pembedaan itu akan sangat menukik tajam, manakala "jatuh" di praktik, tak hanya di teori seperti kebanyakan kaum  obral teori, "ote". Benar, bahwa antara kata PEKA dan PEKAK, bedanya cuma pada huruf "K."  Sementara beda orang PEKA dan orang PEKAK,  juga cuma pada huruf "K", kemauan. Nah inilah perbedaan tersebut: Orang peka itu:

- Orang yang mau mengetahui dan menyadari bahwa di bawah kursinya ada "tikus-tikus." Dan tikus- tikus itu menimbulkan bau, penyakit, mengerat dan mengorup.  Buanglah tikus - tikus itu, bunuh.

- Orang yang mau mendengar  bahwa di tempat lain ada orang berteriak. Teriakan minta tolong, gapailah.

- Orang yang mau melihat bahwa ada kaum terbelakang yang terbungkam, mulut terjahit, terjepit.

- Orang yang mau menghadapi sesamanya; bukan malah membelakanginya (membelakangi sesama), duduk  nongkrong.

- Orang yang mau menyadari bahwa "ada awan hitam" di belakangnya, yang sewaktu - waktu bisa berpotensi turun hujan keributan, badai ketidaknyamanan untuk diri maupun untuk sesamanya.

- dan seterusnya.

Sayangnya orang itu sudah PEKAK. Orang pekak itu:

- Orang yang mau menutup mata terhadap kenyataan yang ada, tak mau melihat penderitaan rakyatnya.

- Orang  yang mau menyumbat telinga, tak mau mendengar  jeritan kesusahan orang lain,

- Orang yang mau membungkam mulutnya sendiri, tak mau mengatakan bahwa ini salah - itu benar, ini lurus - itu bengkok.

- Orang mau "menggemukkan" diri sendiri, sementara.........

- Orang yang mau melipat tangannya, menaruhnya di dada, pura-pura pekerjaan beres, senyatanya "pekerjaan rumah" masih banyak.

- dan seterusnya.

----------------------------------------------------------------- >>> salam pekak, hampir koplak!

Florensius Marsudi

/florensiusmarsudi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Lelaki sederhana, istri satu, anak satu, putri. Sedang belajar (lagi). Belajar menulis....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?