Fadel Rumakat
Fadel Rumakat

Kata adalah senjata dan tangan adalah Pelurunya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pahlawan

13 Agustus 2017   23:29 Diperbarui: 13 Agustus 2017   23:40 13 0 0

PAHLAWAN

Pahlawan!!! benalu di dalam bambu yang runcing,

Yang mampu menembus  batas-batas perjuangan-perjuangan yang tumpul

Pahlawan

Dia boleh pergi, tapi jasa perjuangannya takan perna mati

Takan perna berhenti!!!

Selagi toko-toko buku itu masi ada

Selagi pemikiran-pemikirannya itu masi menembus alam fikir kita

Jasa perjuangannya selalu dikenang dan mengenang

Pahlawan

dia boleh mati

Hingga jasadnya dimakan tanah dan ulat

Hingga kain kafannya telah menyatu dengan tanah

Dan hingga nisannya telah hilang tulisannya

Dia akan tetap dikenang dan dihargai hingga akhir zaman ini

Selagi sang saka masi berkibar  oleh angiin timur dan barat

Selagi merah masi tetap berani

Dan putih masi tetap suci

Selagi garuda masi tetap menjadi patokan

Empat lima masi tetap menjadi angka

Dan bhineka tunggal ika masih tetap terbingkai dalam satu tatanan

Pahlawan

Darahnya mendidih dan mendidik

Semangatnya berkobar dan berkibar

layaknya kain berang merah dan putih

Pahlawan

Suaranya mampu terdengar sampai pada penghujung negeri

kakinya mampu melangkah hingga ke-pelosok-pelosok negeri

dan tangannya mampu menggapai hingga pada lengan-lengan Rakyat tak mampu

Pahlawan

Bagaikan pelita yang selalu menerangi dalam gelap gulita

Kecintaannya tumbuh bersama semangatnya untuk negeri ini

Pahlawan

Dia melawan dan bertahan

Dia tak bertuan dan berpuan

Tetapi suaranya adalah senjata dan tangannya adalah peluru

Pahlawan

Dia melawan parah penjajah

Bahkan dia perna dijajah

Dicungkil kuku kakinya

Diracun minumannya

Ditembak hidup-hidup

Tetap saja dia melawan

Pahlawan

Dia melawan

Hingga ditawan di balik besi yang menawan

Tetap saja dia melawan

Melawan

Melawan

Melawan

HINGGA MERDEKA

.

#Fadel Rumakat/dok ambon 10 november 2016.