Edrida Pulungan
Edrida Pulungan pegawai negeri

Inspiration lover, penulis buku antologi Pelangi jiwa, Founder Lentera Pustaka Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Perahu Retak

16 Juni 2017   11:19 Diperbarui: 16 Juni 2017   11:25 51 1 0

Jalan terjal itu

Ada ditengah kita

Kita menuju kesana

Sebungkus ketakutan dan segundang keberanian

Kita bawa serta sebagai bekal

Satu persatu


Aku ingat kita sampai

Di puncak itu

Berkabut tebal 

Menghalangi pandangan

Tapi tidak keraguan jiwa


Sampailah kaki ke bukit itu

dan memandang ke lautan luas

Ada banyak perahu berbaris

Perahu  perahu kayu

Menunggu berlabuh dengan sauh


Tapi ada satu perahu retak

Tidak kemana-mana

Hanya diam di bibir pantai

Menyaksikan matahari naik dan tenggelam

Menyaksikan senja jingga berbayang

Menyaksikan anak-anak nelayan berlarian

Menyaksikan sepasang kekasih bermesraan

Menyaksikan ada satu nama tertulis di hamparan pasir

Hilang di bawa ombak

doorongi hujan, badai dan petir

Seperti perahu retak yang menjemput takdir


Pantai Pandan Sibolga, 2014