Humaniora

Mobil yang Tepat Saat Zombie Menginvasi Indonesia

13 September 2017   01:01 Diperbarui: 13 September 2017   01:26 227 1 0

Tahun 2021, 220 juta lebih masyarakat Indonesia tiba-tiba berubah menjadi Zombie. Populasi manusia di Indonesia hanya tersisa 5% dan anda tertahan di rumah. Tetangga dan kerabat di sekitar anda berubah menjadi zombie. Ekonomi luluh lantak dan Krisis dialami Indonesia. Anda terpaksa pindah ke tempat terpencil dimana zombie tidak dapat menjangkau anda. Masalahnya tempat yang akan anda jangkau sangat jauh dan butuh persiapan yang matang sebelum berangkat. Harapan terbesar untuk selamat adalah kemampuan anda sendiri untuk bertahan hidup. Ini adalah gambaran mengenai kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. 


Untuk mencapai tempat yang jauh ada beberapa poin penting sebelum anda memilih mobil yang tepat ditengah krisis zombie yang terjadi:

1. Pertama anda membutuhkan mobil dengan plat bodi yang tebal

   Plat bodi yang tebal akan membuat anda lebih aman ketika ribuan zombie menyerbu mobil anda. Zombie akan jauh lebih susah merusak mobil ketika plat bodinya tebal. 

2. Kedua anda membutuhkan mesin dengan konsumsi bahan bakar  yang irit.

  Konsumsi bahan bakar yang irit akan membuat mobil anda sampai tujuan dengan baik tanpa harus berhenti di pom bensin yang mungkin saja penuh dengan kerumunan zombie. 

3. Ketiga anda membutuhkan mobil dengan torsi yang besar. 

   Torsi yang besar akan membuat anda mampu untuk menerobos zombie-zombie yang ada di depan anda. Anda dapat melakukan perjalanan dengan aman tanpa takut mobil tidak kuat menerobos kerumunan zombie. 

4. Keempat anda membutuhkan mobil dengan akomodasi yang baik. 

   Akomodasi yang baik dapat membantu anda dalam membawa berbagai macam barang, dan mempermudah anda untuk menolong penyintas yang ditemui di jalan. 

Ada beberapa mobil yang masuk dalam kategori pertama. Mobil yang dimaksud adalah Chevrolet Spin, Suzukl Ertiga, Nissan Grand Livina, Wuling Confero S, dan Mitsubishi Xpander. Mobil-mobil memiliki plat bodi yang tebal dibanding Honda Mobilio yang seperti kaleng kerupuk. Jadi Honda Mobilio jelas bukan pilihan yang tepat bagi anda untuk menghadapai wabah zombie.  

Kategori kedua adalah soal konsumsi bahan bakar yang irit. Keenam peserta diatas sudah memiliki konsumsi bahan bakar yang irit. Masalahnya Wuling Confero S memiliki penggerak roda belakang, yang pastinya membuat konsumsi bahan bakar tidak seirit rivalnya. Jadi Wuling Confero S jelas bukan pilihan yang tepat untuk bisa menjangkau tempat yang anda tuju. 

Kategori yang ketiga adalah mobil dengan torsi yang besar. Sayangnya mesin bensin bukanlah pilihan yang tepat ketika kita berbicara soal torsi. Akhirnya Nissan Grand Livina dan Mitsubishi Xpander harus dicoret dari daftar pilihan mobil anda untuk menghadapi wabah zombie.  Mobil dengan mesin diesel yang jelas memiliki torsi besar. Berbicara soal torsi Chevrolet Spin diesel dan Suzuki Ertiga diesel menjadi pemenangnya, dengan masing masing 175nm dan 200nm. 

Mengenai kategori yang keempat, Chevrolet Spin sepertinya kalah dari Suzuki Ertiga. Chevrolet Spin bangkunya tidak bisa terlipat rata lantai, sehingga akan menyusahkan ketika membawa barang-barang yang cukup besar. Akhirnya opsi untuk membawa barang dari Chevrolet Spin menjadi terbatas. Lain halnya dengan Suzuki Ertiga yang memiliki opsi bangku baris kedua dan baris ketiga terlipat rata lantai. Artinya Suzuki Ertiga akan memberi opsi yang lebih baik dalam membawa penumpang ataupun barang. 

Poin tambahan yang menjadikan Suzuki ertiga baik untuk menghadapi invasi zombie adalah banyaknya bengkel-bengkel Suzuki Ertiga dibandingkan dengan Chevrolet Spin yang jarang ada bengkel maupun sparepartnya. Ketika anda membutuhkan spare part untuk memperbaiki Suzuki Ertiga anda ditengah invasi zombie, anda bisa mengambilnya di bengkel-bengkel mobil Suzuki terdekat. Akhirnya mobil yang paling cocok ketika invasi zombie benar-benar terjadi di Indonesia adalah Suzuki Ertiga Diesel.

Tulisan ini adalah murni opini dan tidak ada niat untuk menjatuhkan merek-merek yang sudah disebutkan diatas. Sekian dari saya, mohon maaf bila ada salah kata, ini adalah tulisan saya sebagai pemula di Kompasiana, mohon kritik dan saran yang membangun, sekian terima kasih.