Mohon tunggu...
Band
Band Mohon Tunggu... Supir - Let There Be Love

(PPTBG) Pensiunan Penyanyi The Bee Gees

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

The K Files: Petaka Gaya Lorentz MRT

13 April 2019   01:00 Diperbarui: 13 April 2019   01:09 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Bagaimana bisa, Mul?"

"Aku tak tau, Skuli.." Mulder memutar badannya sambil menggamit mitranya kearah wagon penyok MRT  yang rebah menyilang. Menyeruak diantara kepungan evakuasi victim yang dilakukan peretas bencana yang semakin masif. Berdua mereka melompat ke bangkai gerbong MRT, perlahan merayap lalu menyisip celah pintu yang sudah cembung. Cahaya didalam sedikit suram, dan Skuli menyalakan flash iphone. Dia masih belum bisa menerka intensi Mulder merasuk masuk.

"Lihat!" Mulder menunjuk lampu gerbong LED menyala dan berkedip lalu koit lagi.

"Whats?" Skuli masih enggak mudeng.

"Lihat dan rasakan, Skuli.." Mulder beralih mengelus lembut metal gerbong dengan punggung tangannya. Skuli menirukan.

"Ah..!" bibir indahnya memekik ringan sedang bola pingpong matanya menatap Mulder.

"MRT terselimuti listrik  Skuli. Aku merasa janggal.. Ada sesuatu Skuli, ada sesuatu.." Mulder berkata lirih. "Kita akan merahasiakannya, Skuli.." sambungnya.

"Iyup!" Skuli bersetuju.

Lalu mereka bergelantungan menyeruak kembali   keluar lewat pecahan lebar jendela gerbong. Diluar suasana makin riuh namun penanganan korban dan penguasaan medan sudah mulai terkendali pasca chaos. Jalan raya mulai terblokir sistematis dan jalur rel soak sudah di shutdown dari matriks MRT.

" Kita split, Skuli, kamu ke MRT centre ya" bibir Mulder berbisik hampir menyentuh kuping Skuli.

"Kamu kemana?" Skuli mendesah, matanya memejam merebak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun