Mohon tunggu...
Agita Bakti Wardhana
Agita Bakti Wardhana Mohon Tunggu... Mahasiswa -

Mahasiswa kelontong bodoh, pemalas, tukang modus.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Senandung Kenangan Bersamamu

22 Februari 2017   21:58 Diperbarui: 7 Maret 2017   20:01 698
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi : dok. pribadi

Malam ini dingin sekali. Gelap tanpa cahaya. Tak nampak bintang gemintang menghias angkasa. Begitupun dengan bulan, cahayanya tidak terlihat.

Suara gemuruh dari rumput ilalang terdengar. Satu sama lain saling bersahutan. Huh sungguh ramainya. Tidak seperti diriku yang dirudung sepi seorang diri tanpa ada yang menemani.

Bulan februari adalah bulan yang identik dengan cinta. Sebagian besar orang yang memiliki kekasih sudah tentu merayakannya. Tapi yang tidak punya paling banter hanya stalk akun media sosial milik mantan karena, untuk menghubunginya terasa sungkan sekali.

Untuk menemani kesendirian aku mencoba menghibur diri dengan bermain musik. Kuambil gitar dan mulai menyenandungkan lagu untuknya. Berharap suaraku terbang bersama angin dan sampai pada telinganya.

Jrengg…  (Dewa 19 – Separuh Nafas)

Separuh nafasku terbang bersama dirimu..

Saat kau tinggalkanku salahkanku..

Salahkah aku bila aku bukanlah seperti..

Aku yang dahulu..

*

Dewi terlihat cantik sekali sore itu dengan kemeja panjangnya. Kedua bola matanya yang bundar nampak bersinar indah. Lesung pipinya yang pipit memberi perbedaan tersendiri. Bibirnya merah merona sangatlah mempesona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun