Mohon tunggu...
Zik
Zik Mohon Tunggu... Zik adalah nama saya

Saya hanya ingin memperkenalkan Desa saya ke Dunia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Legenda Ki Onggopati di Tanah Plunturan

16 Januari 2020   08:20 Diperbarui: 16 Januari 2020   08:24 82 0 0 Mohon Tunggu...
Legenda Ki Onggopati di Tanah Plunturan
Foto: Sawah Sepilang dari jauh. Dokpri

Di desa Plunturan, lebih tepatnya di daerah dusun Suru terdapat sebuah legenda yang kini mulai terlupakan, dan hanya segelintir orang yang tahu mengenai hal itu. Legenda tersebut adalah legenda Ki Onggopati. Ki Onggopati merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam Perluasan Desa Plunturan pada jaman itu.

Di dalam penelusuran cerita legenda Ki Onggopati di desa Plunturan, kami menemukan bahwa terdapat dua macam versi legenda Ki Onggopati di desa Plunturan. 

Versi pertama adalah cerita legenda yang tersebar di masyarakat umum desa Plunturan, versi pertama ini kami dapatkan setelah melakukan wawancara kepada beberapa warga yang lewat yang asli Desa Plunturan. 

Setelah menanyai mereka secara satu persatu, sebagian besar warga mengatakan bahwa mereka tidak tahu tentang Ki Onggopati secara pasti, karena mereka sendiripun hanya mendengar legenda tersebut dari Sesepuh waktu muda dulu. 

Untuk versi kedua, cerita tentang Ki Onggopati didapat melalui wawancara secara langsung dengan mbah Bikan, salah satu sesepuh di Desa Plunturan yang paling mengetahui seluk beluk cerita dan sejarah desa Plunturan. 

Setelah mewawancarai beliau dan menganalisis data wawancara tersebut, perbedaan diantara kedua versi ini adalah identitas Ki Onggopati dan Bagaimana Beliau menghilang di Sawah Sepilang. 

Setelah melakukan observasi dan wawancara kepada beberapa warga lain, kami menemukan bahwa Legenda Ki Onggopati dari mbah Bikan memiliki nilai kebenaran yang lebih tinggi.

Cerita Legenda versi Mbah Bikan adalah sebagai berikut. Di Sekitar tahun 1800 Masehi, Raja Mataram yang berkuasa pada waktu itu meminta salah satu senopatinya untuk mengumpulkan dan melatih Pasukan untuk membantu perang Pangeran Dipenegoro melawan Belanda. Senopati pada waktu yang dipilih bernama Onggopati. 

Sang Raja memerintahkan Ki Onggopati untuk memilih tempat di salah satu wilayahnya untuk digunakan sebagai markas utama dalam mempersiapkan pasukan untuk perang pangeran Dipenegoro Pada saat itu, Mataram telah mengoasai sebagian dari pulau Jawa, dan Ponorogo adalah salah satu wilayah yang dikuasai kerajaaan Mataram pada waktu itu.

Desa yang dipilih oleh Ki Onggopati adalah Desa Plunturan yang waktu itu masih dibawah kekuasaan Kyai Suto Menggolo dan Kyai Satariman. Setelah sampai di desa tersebut, Ki Onggopati merekrut remaja-remaja yang ada di desa Plunturan untuk dijadikan sebagai seorang prajurit untuk membantu Perang Dipenegoro. 

Akan tetapi pada tahun 1830, Pangeran Dipenegoro berhasil ditangkap oleh Belanda di Magelang. Penangkapan ini, seketika menggagalkan semua persiapan pasukan perang yang dibuat Ki Onggopati selama ini untuk membantu dalam perang Ki Onggopati. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN