Mohon tunggu...
Zhee Rafhy
Zhee Rafhy Mohon Tunggu... Penulis Amatir

Sajak kecil yang tidak puitis, Lelaki kecil yang tidak romantis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Euforia Patah Hati

19 Mei 2019   23:08 Diperbarui: 19 Mei 2019   23:55 0 2 0 Mohon Tunggu...
Cerpen | Euforia Patah Hati
pintaram.com/t/girlishthoughts

Rasanya sudah agak lama, atau mungkin memang sudah lama. Tetapi yang pasti harus aku akui, aku tidak tahu kapan kita benar-benar sepakat untuk memulai kisah ini. Ketika yang lain sibuk merayakan aniversary hubungan mereka yang entah baru berjalan sebulan, dua bulan, setahun, bahkan mungkin seminggu. Tetapi aku dan kamu memilih tak merayakan apapun atas hubungan kita sampai pada hari ini.

Semuanya tetap berjalan normal seperti hari-hari biasanya. Kau tetap sibuk dengan pekerjaanmu dan aku pun tetap sibuk dengan rutinitasku. Nyaris tak ada yang berbeda setelah kau berada disisiku mengusir bayang-banyang awan gelap yang hinggap di seyumanku yang tawar. Tak ada rasa, tak ada warna, kecuali hanya sekedar sunggingan hampa yang menggantung di bibirku.

Kau bilang kau akan selalu siap untuk memberi rasa, warna, dan juga mengembalikan senyumku yang hilang beberapa hari terakhir ini. Kau paham betul aku baru saja patah hati dari kekasihku yang sering aku ceritakan padamu. Ini bukan kali pertama kita bertemu kan? Tetapi melaingkan pertemuan pertama kita kembali setelah aku memutuskan untuk sendiri.

Dan aku mencoba untuk memahami kembali kata-kata yang kau lontarkan itu yang mungkin tak lebih untuk sekedar menghibur hati seorang sahabatmu yang terluka. Hanya saja aku yang keburu salah paham dan mengartikannya lain. Aku terlanjur kecele dan seharusnya aku tak perlu mengundang perasaan canggung menjadi orang ketiga di antara kita. Lalu kita berpisah dengan cara yang begitu singkat dan sederhana.

Aku pulang sendirian menggunakan kendaraan umum. Kau tak mengantarkanku pulang sampai kerumah seperti biasanya, dan aku pun tak ingin meminta. Aku sudah cukup merasa bersalah memulai kesalah pahaman ini. Sepanjang jalan perasaanku hanya dipenuhi rasa tak karuan dan aku terlupa akan patah hatiku sesaat dan dihinggapi oleh patah hati yang baru.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x