Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Lagu Religi di Antara Eksistensi dan "Jeratan" Selera Pasar Industri Musik

22 April 2021   21:06 Diperbarui: 22 April 2021   21:26 1324
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mixer salah satu teknologi industri musik (sumber gambar: pixabay.com)

STak hanya grup musik. Penyanyi solo dari negeri Jiran juga memiliki pencintanya di tanah air. Sebut saja Ella dengan lagu "sembilu", Ziana Zain dengan lagu "Putus Terpaksa". Penyanyi lagu "Cindai" Siti Nurhaliza, hingga sekarang masih eksis. Terakhir berkolaborasi dengan Judika.

Kolaborasi musisi duo Negara yang bertetangga ini, juga difasilitasi melalui kerjasama dua kedutaan besar kedua Negara. Adalah acara "Titian Muhibah" yang ditayangkan TVRI satu bulan sekali. Yang menampilkan Musisi antar kedua Negara. Itu, dulu!

Ilustrasi Partitur dan Piano (Sumber gambar : pixabay.com)
Ilustrasi Partitur dan Piano (Sumber gambar : pixabay.com)
Boomingnya Lagu Nasyid

Namun, tak hanya music slowrock. Pada akhir 90-an juga ditandai dengan hadirnya genre musik Nasyid. Yang awalnya dikenal sebagai musik islami. Lagu yang lebih bermuatan pesan pada Iman, takwa, adab hingga akhlak dalam ajaran islam.

Grup Nasyid Raihan dengan lagu "Peristiwa Subuh atau Ramadan", Brothers dengan lagu "Man Ana", hingga semisal Ar Royyan dengan lagu "Marhaban ya Ramadan". Termasuk pada deretan music islami yang banyak penggemarnya di tanah air.

Di Indonesia? Grup Missile dan Rabbani bisa menjadi salah satu contoh. Kemudian seri album Cinta Rasul dari duet Hadad Alwi-Sulis juga mewarnai musik tanah air. Khususnya di saat Ramadan.

Pengaruhnya? Awal tahun 2000, banyak grup music Nasyid lahir dan hadir di blantika music Indonesia.  Tak musik akustik dengan menggunakan alat, juga ada lagu tanpa alat musik, biasa disebut Acapela. Seingatku, Manajemen Qalbu Record, milik Aa Gym menjadi salah satu wadah menjembatani produksi lagu-lagu nasyid di tanah air.

Hingga salah satu Televsi Swasta, kemudian membuat acara Kompetisi Nasyid di bulan Ramadan. Mengiringi kompetisi Mubaligh. Pildacil dan Hafidz Qur'an. Ajang pencarian talenta itu, mewarnai acara televise di bulan Ramadan.

Ilustrasi mixer salah satu teknologi industri musik (sumber gambar: pixabay.com)
Ilustrasi mixer salah satu teknologi industri musik (sumber gambar: pixabay.com)
Eksistensi Grup Band dan "Jeratan" Pasar Lagu Religi.

Bagi penikmat music tanah air. Awal tahun 2000 adalah syurganya grup band Indonesia. Tak hanya jumlah dan kaya varian warna music. Namun keberadaan mereka mampu "menggerus" keberadaan music negeri Jiran. Sebaliknya, malah gantian melakukan penetrasi ke Malaysia.

Katakanlah Grup Dewa dengan vokalis baru Once menggantikan Ari Lasso, Kla Project, Gigi, Peterpan yang kemudian beralih nama menjadi Noah. Ada Band, Ungu, Kangen Band, Naff, Tic Band serta Radja. Hingga lima anak muda asal Ciputat yang bernaung di grup Wali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun