zaldy chan
zaldy chan Administrasi

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Langit Kita Sama

19 April 2019   12:49 Diperbarui: 19 April 2019   12:55 238 28 17
Puisi | Langit Kita Sama
Illustrated by : pixabay.com

kita pernah berlari, memacu kaki mengejar pagi. berbaris patuh, menghormati merah putih negeri. bernyanyi dan berjanji untuk ibu pertiwi. hingga di depan kelas berdiri, lupa angka-angka kali dan bagi. tempat yang sama, masa yang sama.

berdua, kita pun pernah berendam dan terbenam, hingga pandai berenang. memilih bilah bambu, meraut dan terluka hingga berwujud layangan. berburu belut, menggali dan menyigi liang hingga meracik bumbu panggangan. cara yang sama, bahagia yang sama.

kau dan aku berpisah dengan janji, hanya ketika pergantian cahaya bulan dan sinar matahari. menikmati pergantian musim rambutan, musim hujan, musim kelereng atau musim meriam bambu saat ramadhan. di langit yang sama, berdua dan bersama.

kini, kita pun terhenti tanpa janji bersua lagi. tak pernah diduga, ketika satu nama musim jadi pengganti. kau sibuk di kepala meraut asa, aku bergelut di kaki merawat luka. di langit yang sama, tak lagi perlu mengeja hingga.

Curup, 19.04.2019
zaldychan