Mohon tunggu...
Yusep Hendarsyah
Yusep Hendarsyah Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer, Blogger, Bapak Dua Anak

Si Papi dari Duo KYH, sangat menyukai Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Sound of Borobudur, Kolaborasi Lintas Zaman Alat Musik Dunia

11 Mei 2021   16:57 Diperbarui: 11 Mei 2021   18:13 2559
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Betapa bangga menjadi Indonesia di tengah kebaikan sumber :merahputih.com

Dewa Bujana,  anak muda Indonesia ada  yang tak kenal Dewa Budjana ? Itu loh Gitaris dari Band Legendaris GIGI ini,  bersama Kang Armand Maulana, Dewa Budjana melesat  terkenal seantero negeri sebagai gitaris papan atas  dan banyak menghasilkan karya di bidang permusikan di Indonesia.

Mengapa mereka berkolaborasi di Sound of Borobudur ? Apakah mereka reinkarnasi dari seniman jaman dahulu , Jaman Dinasti Syailendra Abad 8-9 masehi  yang mampu membangun peradaban sendiri  di bidang musik?

Kalau baca literaturnya, Sound of Borobudur didirikan oleh ketiganya. Mereka bahkan sangat diapresiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Pak Ganjar Pranowo  sebagai seniman serba bisa , ulet dan pantang menyerah.  Apalagi saat mendengar alunan kreasi dari alat musik replika  yang ada di Relief Borobudur hasil kreasi mereka , semuanya tertegun takjub.

Selama lima tahun ketiganya  mengabdikan diri meneliti, mengumpulkan bukti -- bukti alat musik yang ada di relief Borobudur. Dalam kurun waktu lima tahun tersebut bersama seniman  lokal terciptalah replika alat musik  dari tampilan relief pahatan batu yang ada di Borobudur. Membuat nada yang pas kemuduan disatukan dengan alat musik lainnya lalu dimainkan dengan keharmonisan nada. Benar- benar mereka bertangan dingin.
 
Sekadar informasi sebelumnya saya menuliskan sejarah dan mengapa Borobudur ada  potensi kemungkinan menjadi pusat musik dunia di sini .

Sambil menikmati  alunan musik berdurasi  sekitar 20 menit  dari alat -- alat replika Borobudur yang  begitu indah. Saya meyakini bahwa beanr adanya kita bangsa yang diberkahi Tuhan. Sebagai negara yang diberikan kekayaan alam berlimpah, juga diberikan kebudayaan mumpuni, termasuk soal kemahiran bermusik.   

Sebagian alat musik  yang berhasil direplika  bukan berasal dari Jawa, ada juga dari Kalimantan dan daerah lainnya. dari  yang saya baca bahkan ada juga dari  negara tetangga seperti Thailand dan India. Kalau ini dikelola dengan baik , maka dunia pasti  akan mengapresiasi karya mereka, Karena mereka jagonya di bidang ini. 

Ketika semua elemen berkontribusi positif ,  maka tak ayal karyanya  yang terdengar sangat indah ini bisa menjadi kekuatan maha dahsyat yang tercatat di jamannya . Bayangpun , kalau saya  punya alat teleportasi ke jaman dahulu  di mana peradaban Borobudur terjadi dan kemudian dua generasi  lintas jaman ini bisa kolaborasi  pasti amazing banget.


Filosofis Sound of Borobudur

Anak MUda, berkaryalah lewat Sound of Borobudur , sumber :terakota.id
Anak MUda, berkaryalah lewat Sound of Borobudur , sumber :terakota.id
Sound of Borobudur, bukan untuk sekadar gegayaan, bukan pula ingin mengulik dari sektor keagamaan yang sudah pasti bukan ranah anak -- anak muda saat ini. Borobudur dianggap sebagai sentra musik  karena potensinya yang besar dan perlu digali. Anak -- anak muda di Indonesia dan dunia  bisa menjadikan moemen ini sebagai prestasi terbesar di  bidang permusikan .

Dari relief yang menggambarkan alat musik dunia, sebagian besar memang ada di Indonesia . Ada yang didapat di Kalimantan, Sumatra Selatan dan sebagainya . Alat -- alat musik itu tersebar ke wilayah Indonesia adalah sesuatu yang sangat wajar karena satu budaya, satu geografis. Tapi Tim Sound of Borobudur mendapatkan alat itu ada di Thailand dan negara lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun