Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Daftar 30 Dosa Orangtua dalam Mendidik Anak

23 Juli 2019   12:36 Diperbarui: 23 Juli 2019   13:36 391 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Daftar 30 Dosa Orangtua dalam Mendidik Anak
Ilustrasi: bincangsyariah.com

Hari Anak Nasional hari ini di rayakan dengan tema besarnya "Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak" dan merupakan gawean besar dari kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang perayaannya di pusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sudah bisa di duga kalau acara ini akan habis untuk seremonial belaka saja dengan anggaran dan dana yang besar akan dikeluarkan dengan sia-sia, dan sulit untuk meyakini apakah mempunyai dampak pada perubahan anak Indonesia yang semakin lebih baik.

Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui bahwa 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional ditetapkan pada era Presiden RI Suharto 35 tahun yang silam, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1984. Dengan pertimbangan dan cita-cita mulia yaitu "Anak-anak dianggap sebagai aset penting, dan Anak harus dilindungi untuk kemudian menjadi penerus bangsa".

Perlindungan terhadap anak-anak Indonesia seakan hanya slogan saja, karena  dalam prakteknya anak-anak Indonesia seakan semakin jauh dari perlindungan yang dimaksud. Tidak kebetulan kalau Kantor Kementerian PPA juga "perlindungan anak". Bahkan mungkin setiap tahun tema ini diangkat. Tetapi, persoalan yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia semakin rumit dan runyam. Tidak saja pengaruh dan gempuran dari lingkungan sekitar mereka, tetapi juga dari dalam lingkungan rumah sendiri.

Tulisan ini tidak bermaksud mengupas lebih jauh tentang banyak hal perlindungan anak yang sangat longgar di negeri ini, seperti ketidaktegasan pemerintah untuk membendung efek dari pengaruh teknologi informasi dan komunikasi sehingga berbagai informasi, video, film dan sebagainya seakan mengalir tanpa hambatan di tengah-tengah genggaman anak-anak dengan smartphone yang dimiliki.

Tetapi, artikel ini hendak mengungkapkan sebuah daftar panjang tentang dosa-dosa orang tua sebagai kesalahan fatal yang dilakukan terhadap pendidikan anak-anak di dalam lingkungan keluarganya.

Daftar ini, bukan bermaksud menghakimi orangtua, tetapi ini sebuah list yang bisa ditambah dan dikurangi lagi dengan semua pengalaman-pengalaman yang dihadapi oleh setiap orangtua dan anak di dalam unit terkecil yaitu keluarga.

  1. Orangtua kurang pengawasan terhadap anak-anak
  2. Orangtua gagal menjadi pendengar bagi anak-anak
  3. Seringnya orangtua bertindak terlalu berlebihan
  4. Orangtua bertengkar dihadapan anak
  5. Dalam bertutur, bersikap dan bertindak tidak konsisten
  6. Orangtua sering mengabaikan bahkan mematikan kata hatinya tentang anak
  7. Orangtua terlalu banyak nonton siaran televisi
  8. Orangtua sering bersikap bahwa segalanya diukur dengan materi
  9. Dalam bersikap orangtua sering berat sebelah
  10. Disadari atau tidak, orangtua menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak.
  11. Perilaku orangtua yang mendidik anak menjadi sombong, panjang lidah, congkak terhadap orang lain, dengan alasan bahwa itu dianggap pemberani.
  12. Orangtua membiarkan dan membiasakan anak hidup boros, foya-foya dan bermewah-mewah.
  13. Orangtua selalu memenuhi permintaan anak.
  14. Orangtua bersikap terlalu keras dan kaku menghadapi anak.
  15. Orangtua bersikap terlalu kikir dan pelit bagi anak-anak.
  16. Orangtua tidak mengasihi dan menyayangi anak sehingga anak mencari kasih sayang diluar rumah.
  17. Orangtua lebih banyak memperhatikan kebutuhan fisik dan jasmani.
  18. Orangtua terlalu berprasangka baik pada anak.
  19. Orangtua bersikap terlalu memproteksi anak
  20. Orangtua terlalu gampang memberikan pertolongan saat anak mengeluh.
  21. Orangtua gampang menyanjung anak
  22. Kebiasaan orangtua untuk mengukur segalanya dengan hadiah dan hadiah.
  23. Orangtua menutupi dan melindungi kesalahan masa lalu anak
  24. Salah kaprah orangtua karena kedewasaan diukur dari kecerdasan, bakat dan kebebasan.
  25. Perilaku orangtua yang tidak memberi contoh yang baik
  26. Orangtua tidak bertindak sebagai panutan yang baik bagi anak
  27. Perilaku orangtua yang sering dan terlalu mengkritik dan sering membandingkan
  28. Orangtua memberikan harapan terlalu tinggi dan berat bagi anak
  29. Orangtua bertengkar dengan anak dan mengeluarkan kata-kata kasar pada anak
  30. Orangtua yang menuntut agar anak sama seperti dirinya

30 macam daftar berisi kesalahan yang merupakan dosa orangtua dalam mendidik anak-anaknya, hanya segelintir saja, karena daftar ini masih bisa diperpanjang lagi dengan kesalahan-kesalahan lain yang selalu di lakukan, baik tidak disadari dan terutama yang disadari lalu tidak diatasi dengan segera.

https://id.theasianparent.com/kesalahan-dalam-mendidik-anak
https://id.theasianparent.com/kesalahan-dalam-mendidik-anak
Pengalaman setiap orangtua dalam sebuah keluarga berbeda persoalan yang dihadapi, walaupun nadanya sama, tetapi tipikal persoalan menjadi beda. Karena setiap keluarga memiliki histori, budaya, dan dinamika yang sangat berbeda.

Yang mau ditegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada formula yang sama bagi semua keluarga untuk menjadi keluarga yang baik, berhasil, sukses dalam menjalani kehidupan hari lepas hari.

Namun, yang dibutuhkan sebenarnya adalah sikap yang dinamis dari semua anggota keluarga untuk mengembangkan sikap terbuka, mau belajar, mau berubah dalam segala hal. Sebab, dinamika lingkungan kehidupan terus berubah dari waktu ke waktu. Bahkan perubahan yang terjadi semakin berat dan sulit yang berdampak pada sulit dan kompleksnya semua urusan dalam keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN