Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Terkuak "Tuntutan" Prabowo Kalau Bertemu Jokowi

3 Juli 2019   18:03 Diperbarui: 3 Juli 2019   18:51 1349
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rencana pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi menjadi perhatian publik yang terus ditunggu-tunggu. Bahkan menjadi sesuatu yang aneh, mengapa kali ini Prabowo begitu "tega" tidak mau berjumpa dengan Jokowi, walaupun rapat pleno terbuka penetapan Jokowi dan Ma'aruf sebagai Presiden dan wakil Presiden terpilih sudah di gelar pada Minggu 30 Juni 2019.

Bukan saja masyarakat yang nampak "gemas" ketika nyaris tidak ada tanda-tanda dari sang Capres 02 ini, tetapi bahkan Jokowi juga memperlihatkan sikap yang sama ketika ditanya oleh wartawan setelah penetapannya sebagai Presiden terpilih, Jokowi menjawab sangat singkat, "tanyakan saja kepada Pak Prabowo kapan ketemu!".

Ini tanggapan yang tidak terlalu biasa dari seorang Jokowi tentang rencana ketemu Prabowo. Betul juga, karena sudah sejak selesai hari Pemilu 17 April 2019, Jokowi sudah menunggu kesediaan Prabowo untuk bertemu. 

Karena diyakini pertemuan keduanya akan mempunyai dampak yang sangat besar bagi meredamnya yang selama ini hadir ditengah-tengah masyarakat. Polarisasi kedua kubu menjadikan situasi tidak menjadi nyaman.

Rasa ingin tahu dari masyarakat menjadi sangat tinggi, ada apa dengan Prabowo sehingga enggan untuk bertemu dengan Jokowi. Adakah sesuatu yang membuat dia terganggu. Atau adakah agenda lain dibalik penundaan terus menerus rencana pertemuan itu.

Dan hari ini menjadi terkuak dan terjawab mengapa Prabowo menunda pertemuan itu. Melalui pemberitaan di media daring hari ini, Rabu 3 Juli 2019, oleh  Andre Rosiade, sebagai Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra menjelaskan bahwa pertemuan Prabowo dengan Jokowi akan direncanakan pada bulan Juli ini.

Memahami penjelasan dari Andre, terlihat bahwa alasan utama mengapa tertundanya pertemuan ini karena ada satu Pekerjaan Rumah atau PR yang harus di tuntaskan oleh Prabowo sendiri. Dan PR ini nampaknya tidak mudah-mudah banget, yaitu berkaitan dengan masih adanya sejumlah pendukung Prabowo yang masih ditahan oleh pihak Polri.

Ada tuntutan kepada Prabowo dari pihak keluarga yang oknum yang ditahan oleh polisi. Istri dan anak mereka mendatangi Prabowo untuk bisa dibebaskan dari tahanan, seperti yang diberitakan oleh detik.com:

"Pak Prabowo juga akan bicara ada ratusan pendukung kami yang masih bermasalah. Ada yang ditahan, ada yang masih bolak-balik dipanggil polisi, lalu ulama-ulama juga ada yang bermasalah," kata Andre.
"Pak Prabowo didatangi oleh istri yang suaminya ditahan, suami yang istrinya ditahan, anak yang bapaknya ditahan, mereka datang memohon ke Pak Prabowo untuk melepaskan keluarga, suami, orang tuanya yang ditahan. Ini PR Pak Prabowo, ini tanggung jawab yang akan dilakukan Pak Prabowo," tegas dia.

Sebuah alasan yang sangat bisa dimengerti dan sangat manusiawi yang pasti sangat menjadi concern dari seorang Prabowo. Sebagai salah satu Calon Presiden, memang seharusnya beliau memiliki tanggungjawab moral untuk bisa melepaskan mereka yang menjadi tahanan pihak keamanan itu.

Meminta perhatian dan tentu saja petolongan dan bantuan dari Jokowi sebagai Presiden menjadi cara yang elegan dan sah-sah saja secara politik ketika polarisasi di tengah-tengah masyarakat menjadi isu yang akan berdampak kemana-mana bila tidak ada penyelesaian secara bijaksana.

Sebagai pintu terakhir dan tentu sangat strategis, menjadi di mengerti mengapa Prabowo terus menunda-nunda pertemuan dengan Jokowi itu. Karena sejumlah persoalan yang sedang dihadapi oleh Prabowo, dengan semua sekutu koalisi selama proses penyelenggaraan Pemilu harus di selesaikan secara elok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun