Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Belajar ilmu ekonomi, menekuni area manajemen. Fokus keuangan-investasi-pasar modal, HRM dan Strategic Management. Competence CRP, Finance Analis, WPPE, HRA berbasis Research. Menulis buku ajar, artikel dan jurnal. Mengajar dan belajar membuat pikiran dan hati selalu

|Belajar. Mengajar dan Menulis Mengantar Pikiran dan Hati Selalu Baru dan Muda|

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pada Era Industri 4.0 Bukan Ijazah dan Gelar Akademik yang Dibutuhkan

9 Desember 2018   22:30 Diperbarui: 10 Desember 2018   10:12 0 4 1 Mohon Tunggu...
Pada Era Industri 4.0 Bukan Ijazah dan Gelar Akademik yang Dibutuhkan
Dok: autodesk.com

Memasuki revolusi industri 4.0, yang dibutuhkan bukan sekedar tenaga kerja yang hanya memiliki ijazah bahkan gelar akademik tertinggi. Ijazah yang dimiliki hanya sebagai backup atas gelar akademik yang dimiliki. Dunia industri manufaktur ataupun jasa membutuhkan lebih dari selembar ijazah dan sekedar gelar akademik. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah mereka yang memiliki kompetensi sesuai yang dibutuhkan oleh dunia industri.

I. Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 sudah berjalan dan setiap negara sedang menjalaninya. Tidak ada suatu negarapun yang bebas dari revolusi industri ini. Sesuatu yang tidak bisa dihindari untuk diikuti, diantisipasi, diresponi, dimanfaatkan dan dikembangkan  terus menerus.

Artinya pula bahwa bukan lagi mempersoalkan industri 4.0 ini benar atau tidak benar, berguna atau tidak berguna, bisa dilakukan atau tidak bisa dilakukan, siap atau tidak siap. Tetapi bagaimana agar semua stakeholders menyadari, memahami, dan menanggapi serta melakukan sesuatu untuk beradaptasi dengan segala bawaan dari revolusi industri 4.0 ini.

Dipastikan hanya mereka-mereka yang melakukannya dengan cepatlah yang bisa memanfaatkan dan memimpin perubahan yang dibawa dengan cepat dan kencang oleh era industri 4.0 ini. Lihat dan cermati, hanya negara yang cepat bereaksi dan mengimplementasikan tuntutan dari revolusi industri yang mendapatkan kemajuan yang cepat pula. 

Demikian sebaliknya, negara yang lambat memanfaatkannya, sangat mungkin akan menjadi penonton dan menjadi makanan empuk sebagai market dari negara lain.

II. Teknologi Robot dan Teknologi Informasi Digital

Secara semantik terminologi industri 4.0 muncul pertama kali di Jerman pada tahun 2011. Dan oleh Angela Merkel, Kanselir Jerman menjelaskan dalam sebuah acara World Economic Forum bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan sistem dunia online dengan sistem produksi industri.

Revolusi yang terjadi ditandai dengan pengoperasian teknologi robot dalam menjalankan sistem produksi dalam indutri manufaktur. Pekerjaan-pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh manusia, kemudian digantikan oleh tenaga-tenaga robot. Sehingga akan mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan tenaga manusia.

Tidak hanya penggunaan teknologi robot saja, tetapi ditimpali dengan penggunaan teknologi internet, digital dalam menjalankan semua robot robot yang digunakan. Sehingga semuanya sistem teknologi robot ini dapat dijalankan dengan teknologi informasi yang sangat canggih. Bisa dibayangkan, sebuah pabrik besar yang menghasilkan atau memproduksi mobil selama 24 jam tanpa henti oleh tenaga robot.

Dengan demikian, maka sistem produksi industry manufaktur akan berjalan dengan tingkat efiensi yang tinggi, jumlah waktu produksi yang singkat, bahkan biaya yang rendah, tingkat kesalahan yang terjadi semakin rendah, bisa mencapai akurasi yang sangat canggih, dan tentu saja pada akhirnya kualitas produk akan sangat mewah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x