Mohon tunggu...
Sri Wahyuni
Sri Wahyuni Mohon Tunggu... Blogger || Penulis Fiksi dan Non Fiksi

Seorang pekerja di perusahaan swasta namun tetap mempunyai waktu untuk menulis. Tulisannya banyak diposting di blog pribadi.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Kenapa Harus Minder Jadi Gendut?

9 Agustus 2019   14:58 Diperbarui: 9 Agustus 2019   15:07 56 2 2 Mohon Tunggu...

Gue cuma akting jadi orang gendut kok. Serius ini cuma akting doang. Kalimat itu merupakan salah satu kutipan dalam novel berjudul Gendut? Siapa takut!

Novel ini ditulis oleh seorang wanita dengan nama pena Alnira. Dia sudah mulai belajar menulis novel sejak tahun 2009 dimana novel ini adalah novelnya yang keempat belas. Kak Alnira menyukai novel – novel yang bergenre fantasi dan kriminal, tapi selalu menulis cerita dengan genre romance dan chicklit.

Novel dengan tebal 320 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama berbeda dengan novel romance pada umumnya. Biasanya penulis akan melahirkan tokoh wanita yang cantik dengan postur tubuh ideal yang menjadi impian semua wanita. Namun kak Alnira berhasil menciptakan tokoh Moza Aphrodite yang gendut dengan kesibukan sebagai penulis novel – novel best seller. Uniknya lagi, tokoh Moza disini sangat disukai. Mengapa?

Hal yang paling utama adalah dia digambarkan menjadi wanita yang tidak pernah rendah diri dengan postur tubuhnya meski sejak kecil dia selalu menjadi bullyan oleh teman - temannya. Selain itu dia selalu tampil fashionable dengan pakaian warna - warna cerah. Seperti wanita lain, dia juga mempunyai kriteria lelaki idaman yang sempurna dari segi fisik dan mapan.

Sudah terbayang dong bagaimana konfliknya. Menariknya, di buku ini kalian tidak hanya disuguhi dengan kisah roman tentang kisah cinta Moza yang sederhana saja. Tapi juga pengetahuan seputar dunia menulis khususnya novel dan sedikit cerita perjalanan penerbitan buku.

Sepanjang buku kalian akan diajak belajar bagaimana menghasilkan tulisan yang bagus, menciptakan tokoh yang menarik dan sebagainya. Kak Alnira seolah menumpahkan segala ilmunya tentang kepenulisan khususnya menulis novel di dalam cerita ini. Bukahkah ini bisa menjadi poin tambahan untuk novel ini? Dan jangan lupakan kutipan – kutipan menggelitik yang mengawali setiap partnya. 

Gaya bahasa yang digunakan Kak Alnira juga ringan, mudah dipahami dan mengalir secara runut. Hal ini membuat saya keasyikan membaca hingga tak terasa saya sudah sampai di penghujung cerita. Sebenarnya saya menolak berhenti membaca sampai saya menyelesaikan semua bagian cerita. Benar – benar novel yang menghibur dan memberi pemahaman yang baik dari sisi kepenulisan.

Setelah membaca novel ini kalian akan merasa, tidak masalah sama sekali mempunyai postur tubuh tambun. Setidaknya saya merasa seperti itu. Asal kita selalu percaya diri dan tetap rutin berolahraga. Jadi, kenapa harus minder jika kita gendut? Toh setiap insan mempunyai jodohnya masing – masing.

Semoga tulisan ini menghibur teman – teman kompasianer. Siapa tahu ada yang pingin membeli novel fiksi untuk hiburan? Novel ini bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Terima kasih atas perhatiannya. Saya tidak membatasi jika ada kritik dan saran untuk perbaikan tulisan saya kedepannya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x