Mohon tunggu...
Yuliyanti
Yuliyanti Mohon Tunggu... Yuli adja

Yuliyanti adalah seorang Ibu Rumah Tangga memiliki kesibukan mengurus bisnis keluarga, Leader paytren, Leader Treninet. Sebagai penulis pemula telah meloloskan lima antologi. Penulis bisa ditemui di IG: yuliyanti_leader_paytren

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sejarah nan Filosofi Ketupat

24 Mei 2021   11:41 Diperbarui: 26 Mei 2021   14:42 259 40 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sejarah nan Filosofi Ketupat
Ilustrasi gambar Whatsapp grup RT setempat (dokpri Yuliyanti)

Hai apa kabar Pembaca Kompasiana yang berbahagia, kita bersua lagi lewat goresan pena di beyond blogging, rumah kita tercinta.

Secara tidak sengaja, kemarin siang saya membuka kiriman dari Whatsapp grup. Sebuah gambar dengan kosa kata apik sarat makna "Filosofi  Ketupatterkirim pada hari kamis 21, Mei 2021. Gambar tersebut mengusik jemari untuk menari di laman ini.

Lebaran memang sudah berlalu. Namun, tradisi saling memaafkan masih kental takterlewatkan. Seperti halnya kemarin siang, saya silaturahmi ke salah satu kerabat yang tinggal di Kota Gudeg Jogjakarta.

 Suami dan adik ipar menyapa salah satu keluarga yang tinggal berhadapan dengan kerabat kami. Saya pun ikut menangkupkan kedua tangan memberi salam. Kiranya mereka lama takbersua semenjak adik kuliah hingga kini telah menikah.

Meskipun Hari Raya sudah sepekan terlewatkan, namun aneka kue lebaran masih menghiasi meja yang berada di ruang tamu kerabat. Kami pun bercerita panjang lebar dengan Bude kakak ipar dari Ibu mertua.

Kebetulan, beliau sementara waktu tinggal bersama putri ketiganya di Jogja. Asyik kami mengobrol hingga menyinggung soal makan ketupat nan bersejarah penuh filosofi bermakna, kemarin lusa.

Saya pun tertarik untuk menulis artikel tersebut.

***

Sejarah Lebaran Ketupat

Masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, Hari Raya Idul Fitri dan Lebaran Ketupat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
VIDEO PILIHAN