Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Trauma Sepak Bola

3 Oktober 2022   21:44 Diperbarui: 3 Oktober 2022   21:53 243 34 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kanjuruhan, sumber gambar : JPNN.com

Dua hari ini mendung menggayut kota Malang.  Sinar matahari tidak begitu cerah. Beberapa daerah dihiasi gerimis kecil. Alam seolah mewakili suasana hati kami yang sedang berduka.

Malang benar-benar berduka. Begitu banyak korban yang jatuh di Stadion Kanjuruhan gara-gara menonton sepak bola. Postingan teman-teman di grup wa banyak bercerita tentang korban di Stadion Kanjuruhan.  Banyak video amatir beredar berisi barisan ambulan yang membawa jenazah korban.

Kejadian yang sungguh tak pernah diduga.  Sepak bola yang biasanya menjadi hal yang menyenangkan,  hari ini ternyata menyisakan cerita yang memilukan.  Korban tragedi Kanjuruhan begitu banyak.  Hampir dua ratus nyawa melayang gara- gara sepak bola

Sabtu malam menjelang tragedi saya bersepeda bersama anak saya.  Tak seperti biasanya suasana jalan tak begitu ramai,  padahal sekitar Jalan Kawi dan Ijen biasanya lumayan ramai.

"Kok agak sepi ya, Le? " tanya saya heran.

"Arema main,  Buk.., pada berangkat ke Kanjuruhan, " jawabnya.

"Ooh...,"Saya langsung maklum.

Di sekitar tempat tinggal saya setiap ada pertandingan Arema suasana selalu menjadi agak sepi. 

Banyak yang berbondong-bondong ke Kanjuruhan,  terutama anak -anak muda.  Mereka selalu datang ke stadion dengan penuh cinta. Ya,  cinta pada club sepak bola kebanggaan kota Malang .

Para orang tua selalu memberikan izinnya, karena menonton bola adalah kesenangan bersama.

Sampai malam hari kami tidak mendengar berita apa- apa tentang pertandingan tersebut. Namun begitu terkejutnya kami ketika Minggu pagi di grup RT maupun grup sekolah sudah ramai dengan berita dan foto-foto peristiwa Kanjuruhan. Rupaya terjadi kerusuhan semalam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan