Mohon tunggu...
Rizal De Loesie
Rizal De Loesie Mohon Tunggu... Administrasi - Seorang Lelaki Penyuka Senja

Rizal De Loesie, Terkadang Rizal De Nasution dari Nama asli Yufrizal mengalir darah Minang dan Tapanuli. Seorang Lelaki yang sering tersesat di rimba kata

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Merindu dalam Kopi dan Puisi

13 Januari 2019   17:29 Diperbarui: 13 Januari 2019   20:54 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Untuk kutangkap dalam dekap

Kubelenggu dalam rindu

Secarik syair. Spontan kutulis untukmu yang jauh dari pandang. Jauh dari mimpi, jika memimpikanmu terlarang. Aku adalah penjahat yang akan ditebas pedang.

Angan mengapung, angan mengambang melayang seperti merpati terbang dari pohon ke pohon. Apakah dia juga memandangku yang lugu ?  apakah dia juga merasakan perihnya rindu?

Pisang kejuku sudah mendingin Bersama angin. Kubiarkan, tertata rapi dengan sendok dan piringnya tak tergeming. Aku hanya menikmati puisi dan kopi, karena keduanya adalah jagoanku yang selalu mendampingi serpih-serpih sepi.

Ya, sore ini beranjak kesenja, kemerahan di lembah. Indah..... seindah tatapan matamu beradu dalam langkah ragu. Aku tak menutup pintu, juga tak mempersilahkan engkau melangkah marasuki lorong-lorong sepiku. Masih ada rambu yang terpajang di dinding-dinding iman.

Engkau juga tahu, ada batas senja dan malam yang begitu tipis, yang harus dipertebal iman...,,,

Tetapi dalam puisi dan kopi kita tak kan berdosa saling merindui....

Kota Bandung,  Januari 2019

Puncak Bintang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun