Mohon tunggu...
Yudi Irawan
Yudi Irawan Mohon Tunggu... Administrasi - Bukan Seorang Penulis

Seseorang yang baru saja belajar menulis di usia senja :-)

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Catatan 42 Hari Seorang Haji Mandiri (Madinah Al Munawaroh Hari 6)

10 September 2019   23:30 Diperbarui: 10 September 2019   23:46 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika selesai sholat subuh dan kemudian menunggu waktu sholat syuruq, saya mendapat teguran dari salah satu jamaah disana. Jamaah yang yang sudah terlihat sepuh dengan jenggot panjang berwarna putih itu menasehati saya agar selama berada di masjid dan selama menunggu waktu datangnya sholat, lebih baik melakukan dzikir, sholawat ataupun mengaji. 

Ini disebabkan karena beliau melihat saya melihat-lihat handphone walaupun sebenarnya yang saya lakukan itu adalah membaca hal-hal yang berkaitan dengan ilmu agama. 

Tapi tetap saya sampaikan terima kasih dan juga mengucap syukur karena saya yakin teguran ini datangnya juga dari Allah. Alhamdulillah...

Kembali lagi saya berduaan dengan istri melihat-lihat apa yang ada disekitar Mesjid Nabawi. Kali ini kami mengunjungi Mesjid Abu Bakar dan Mesjid Umar Bin Khattab. Dua masjid ini berada saling berdekatan dan letaknya di sisi kanan Mesjid Nabawi. Kalau tidak salah disekitar pintu 6 atau 7.

Foto Pribadi
Foto Pribadi
Dua masjid ini sudah tidak lagi digunakan untuk tempat sholat melainkan hanya sebagai "cagar budaya" untuk kita lihat wujudnya. Disekitar dua masjid ini banyak sekali burung merpati yang dapat diberi makan dengan membeli kepada para pedagang yang banyak menjajakan jualannya disana. 

Harganya SAR 5. Silahkan membeli untuk mencoba memberi makan merpati-merpati itu sambil berfoto ria.

Foto Pribadi
Foto Pribadi
Tidak jauh dari dua masjid diatas, terdapat satu pasar murah yang keberadaannya dibawah tenda-tenda atau terpal-terpal plastik. Namanya Pasar Murah Madinah. Yang dijual disini lebih didominasi oleh pakaian dan souvenir. 

Dan karena masih pagi, belum begitu banyak yang buka. Lain halnya dengan toko-toko yang juga berada tidak jauh dari Mesjid Abu Bakar dan Mesjid Umar Bin Khattab. Hampir semua sudah buka dan antusias menarik calon pelanggan untuk mampir ke tokonya.

Oh ya, karena hari ini adalah hari Kamis, maka di dalam Mesjid banyak disediakan makanan dan minuman untuk jamaah yang berbuka puasa. Nanti pihak masjid ataupun para dermawan membentangkan plastik panjang. Jamaah duduk saling berhadapan di depan plastik tersebut. 

Di atas plastik itu nantinya akan diletakkan beragam takjil buka puasa, seperti: roti, kurma, yoghurt, teh, kopi. Sedangkan air zam-zam, kita bisa ambil sendiri. Tapi terkadang, ada jamaah yang keliling membawakan air zam-zam dan gelas kosongnya untuk ditawarkan kepada jamaah yang membutuhkan. Jadi jamaah tidak perlu beranjak dari tempatnya duduk. 

Tapi... ada tapinya nih.. jangan kaget dan jangan tersinggung ya. Banyak dari mereka menawarkan air zam-zam itu dengan cara membenturkan gelas kosong ke kepala kita, hahaha.... 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun