Mohon tunggu...
Yudi Hardi Susilo
Yudi Hardi Susilo Mohon Tunggu... Apoteker - Master of Clinical Pharmacy

Pernah belajar tentang obat dan racun

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Solusi Masalah Laundry Anak Kos

7 Mei 2016   22:25 Diperbarui: 8 Mei 2016   12:22 408
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat-saat registrasi mahasiswa baru telah dekat. Bagi yang belum pernah merantau barangkali pernah terpikir bagaimana caranya hidup sebagai anak kos. Berpisah dengan rumah, jauh dari orang tua dan tuntutan hidup secara mandiri. Mungkin yang selama ini dilayani pembantu, dimanja oleh orang tua dan tak pernah berusaha mengerjakan sendiri kebutuhan pribadi, maka mulailah merencanakan program agar kuliah sukses dan kebutuhan pokok beres. Motto yang sudah banyak beredar di kalangan mahasiswa adalah " urusan logistik mempengaruhi logika agar bisa log in" :D artinya jangan sampai urusan baju kotor, cuci dan setrika baju bisa mengganggu waktu belajar apalagi ujian.

Di Yogyakarta, bila anda ingin kuliah di UGM, banyak jasa laundry yang bisa diakses dengan mudah. Tarif umumnya sekitar 3500 - 4000 per kilogram dengan waktu pengerjaan 1 -2 hari. Bila musim hujan terkadang bisa 3 hari. Di daerah Sendowo misalnya ada lebih dari lima tempat laundry. Di sepanjang jalan kaliurang juga berjejeran, demikian pula di daerah Pogung. 

Ketika mengantar baju untuk pertama kali perlu anda pastikan berapa hari waktu pengerjaannya sehingga anda bisa memperkirakan kapan reorder. Namun begitu sangat disarankan untuk tidak hanya menggunakan satu tempat saja karena begitu tempat langganan anda tutup atau bermasalah maka sudah ada penggantinya.

Masih di Yogyakarta, di sekitar UMY daerah Tegal Rejo sebelum University Residence juga banyak tempat laundry. Anda tinggal mengantar setumpuk  pakaian, timbang, dan bayar setelah sehari atau dua hari pengerjaan. Semua baju dan celana sudah rapi. Pakaian dalam, handuk, sprei dan selimut juga dilayani untuk dicuci. Jangan lupa untuk memisahkan pakaian yang mudah luntur dan pakaian yang perlu cuci kering. Dry cleaning biayanya lebih mahal, umumnya di atas 10ribu sehingga anak kos juga harus bisa mengatur pengeluaran supaya tidak boros.

Bagaimana bila kuliah di luar negeri?

Sedikit pengalaman saat nge-kos di Varsity Lodge Cyberjaya. Banyak mahasiswa yang menginap disini untuk kuliah di university di sekitar asrama. Ada fasilitas yang dinamakan Self Laundry Service 24 jam agar para mahasiswa yang menginap bisa mencuci dan mengeringkan bajunya, tapi mesin ini tentu tidak bisa merapikan alias setrika. Tak seperti di Indonesia, mesin cuci dan pengeringnya perlu kita jalankan sendiri dengan koin.

Langkah pertama, anda harus punya koin, anda masuk satu lembar 10 ringgit untuk ditukar dengan 20 koin 50 sen.

Langkah kedua, masukkan dua koin 50 sen untuk beli detergen di mesin lainnya.

Langkah ketiga, masukkan semua baju kotor per 10 kg ke dalam mesin basuh, kemudian masukkan 9 koin untuk menjalankan mesinnya.

Langkah keempat, setelah 40 menit mesin basuh selesai mencuci, dan pindahkan semua baju ke mesin pengering, masukkan 9 koin, atur suhu dan jalankan mesin selama 40 menit juga.

Langkah kelima, setrika sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun