Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Dua Lawan

30 Oktober 2021   05:19 Diperbarui: 30 Oktober 2021   05:33 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak pulang dari ibukota, ada dua hal, yang sebenarnya sangat menggangu. Mereka adalah dikte dan sikap demonstratif. Sebenarnya ini bukan hal baru, tapi ketika mereka ada setiap hari, rasanya sungguh mengerikan.

Aku ingat, dulu dikte pernah berkata, "Berikanlah perpuluhan dari setiap pemasukanmu, dan jangan pelit."

Aku memilih tak menurut, karena Alkitab hanya berkata, "Tunaikanlah bila mampu."

Aku hanya seorang pekerja serabutan. Aku paham, dikte ingin mengajakku berbagi, tapi, bukan begitu caranya. Memberi dengan pamrih apalagi pamer hanya akan membawa masalah di kemudian hari.

Nyatanya, dia tak pernah mau tahu, dan selalu getol menyuruhku. Waktu pagebluk datang, ternyata dikte menjadi yang paling pertama lari terbirit-birit dan tiarap entah di mana.

Dalam kondisi biasa saja, aku sudah berkali-kali melihat, ada begitu banyak orang yang sampai berutang banyak, hanya demi menuruti ini. Saat mereka susah karena dijerat utang, si dikte ini justru menyalahkan.

Buat apa dituruti kalau ternyata cuma jadi begitu?

Pada akhirnya, dikte hanya terdiam membisu, karena realita dan pagebluk menceramahinya habis-habisan. Ia tak pernah lagi berbicara kepadaku untuk sementara.

Cukup sampai di situ?

Ternyata, dikte tak hilang akal. Ia lalu menggesernya ke topik lain. Tanpa malu-malu, ia memintaku untuk tidak pelit. Aku memilih untuk diam di awal, karena ada begitu banyak hal di luar kendali di sini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun