Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Content Writer

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Selayang Pandang "Social Media Influencer"

17 Agustus 2020   00:19 Diperbarui: 17 Agustus 2020   00:44 100 14 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selayang Pandang "Social Media Influencer"
Ilustrasi (Freepik.com)

Bicara soal Digital Marketing, tentunya tak bisa lepas dari keberadaan sosok-sosok populer sebagai medium promosi. Sosok-sosok populer ini biasa disebut sebagai "selebriti." Secara umum, "selebriti" sendiri didefinisikan sebagai "seseorang yang terkenal, khususnya di bidang olahraga dan hiburan, atau keadaan menjadi terkenal." (Cambridge Dictionary, 2018 dalam Gomez, 2019).

Keberadaan jenis medium promosi satu ini tergolong awet, antara lain karena para selebritis mampu beradaptasi dengan baik, pada setiap perubahan teknologi di setiap era, termasuk di era media sosial seperti sekarang. Tak hanya itu, mereka juga terus berkembang dalam berbagai macam bentuk, sehingga mampu merambah berbagai jenis platform dan pangsa pasar dengan leluasa.

Secara spesifik, Gomez (2019) menyatakan, di dunia yang semakin terdigitalisasi ini, terdapat pertumbuhan masif jumlah idola baru generasi kekinian, yang berhutang ketenaran pada media sosial. Mereka biasa dikenal dengan sebutan "Social Media Influencer". Lebih lanjut, Gomez (2019) juga menjelaskan, pada prosesnya, para influencer ini menciptakan sendiri image digital mereka, membuat konten mereka sendiri, dan membangun pemirsanya sendiri.

Di Indonesia sendiri, terdapat sebuah fenomena menarik. Dimana, platform media sosial belakangan turut dirambah para selebritis yang sudah lebih dulu mapan di televisi. Banyak dari mereka yang punya akun media sosial Instagram, fanpage Facebook, podcast, dan channel YouTube sendiri, dengan jutaan follower.

Penyebabnya, selain karena mulai berseminya tren digital di berbagai aspek kehidupan, ada potensi pendapatan besar dari monetisasi klik konten, dan product endorsement lewat media digital, dalam hal ini media sosial. Kebetulan, tren ini sedang mendapat momentum ideal, seiring masih belum redanya pandemi virus Corona.

Tak ketinggalan, media televisi konvensional pun ikut meramaikan ranah digital, misalnya dengan menyediakan fitur layanan live streaming, atau membuat akun resmi di media sosial. Selain karena demi tetap eksis, cara ini dianggap paling efektif untuk lebih menjangkau pemirsa, meski kali ini mereka harus bersaing langsung dengan para influencer, khususnya dalam hal popularitas.

Alhasil, platform media sosial jadi semakin ramai. Media sosial pun kian digandrungi masyarakat, karena mereka disuguhi begitu banyak pilihan tayangan.

Otomatis, ada pertarungan sengit di balik keberagaman ini. Lebih tepatnya, adu kreatif antar Influencer, demi menggaet lebih banyak pemirsa. Selain karena demi mengejar popularitas, ini sekali lagi berkaitan dengan pendapatan. Semakin banyak penonton, semakin banyak klik, semakin banyak follower, maka akan semakin banyak fulus yang didapat.

Hal ini sangat penting buat Influencer, karena dari sinilah daya tarik mereka dibangun. Semakin kuat daya tariknya, semakin banyak pihak yang melirik untuk diajak bekerjasama, termasuk perusahaan. Perusahaan sendiri umumnya melihat influencer sebagai sebuah potensi menarik, mengingat popularitas dan jangkauan mereka.

Hanya saja, perusahaan masih cenderung berhati-hati, dengan memperhatikan rekam jejak sang influencer, sebelum melangkah lebih jauh. Ini penting, karena jika sampai influencer yang digandeng ternyata bermasalah, perusahaan tak ubahnya menggali lubang kubur sendiri.

Belakangan,konten kreatif para influencer makin terorganisir, layaknya sebuah program tayangan televisi. Di platform YouTube misalnya, fenomena ini terlihat, antara lain dari keberadaan kru kameraman dalam berbagai tayangan vlog para influencer. Ada juga yang menyajikan konten tematik, dengan jadwal tayang khusus, entah harian, mingguan, atau bulanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN