Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Penulis

Movie Enthusiast | Music Lover | Kompasiana Awards 2018 Nominee for Best in Specific Category

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"John Wick Chapter 3: Parabellum", Kombinasi Visual Artistik dan Pertarungan Brutal yang Mendebarkan

16 Mei 2019   02:16 Diperbarui: 17 Mei 2019   17:48 1659 13 6
"John Wick Chapter 3: Parabellum", Kombinasi Visual Artistik dan Pertarungan Brutal yang Mendebarkan
Digg.com

Memulai kisahnya beberapa menit setelah adegan akhir pada film keduanya, John Wick(Keanu Reeves) nampak tak diberi jeda sedikitpun untuk sekadar beristirahat sejenak sambil membersihkan luka di sekujur tubuhnya. 

Berstatus excommunicado setelah mengabaikan beberapa aturan dari tuhan-nya dunia kriminal, High Table, sekaligus melakukan pembunuhan di tempat netral yaitu Hotel Continental, John Wick kini harus berhadapan dengan masalah yang jauh lebih sulit dari sebelumnya.

Imbalan sebesar 14 juta dollar bagi siapapun yang mampu membunuh John Wick, membuat dirinya kini diburu oleh berbagai kriminal, gangster bahkan para pembunuh super dari seluruh dunia. John Wick pun tak punya pilihan lain selain sesegera mungkin keluar dari kota New York sambil menghabisi setiap musuh yang mencoba mencabut nyawanya.

Tak hanya dipertemukan dengan berbagai musuh baru seperti The Adjudicator (Asia Kate Dillon) serta Zero (Mark Dacascos) dan para Shinobi-nya (Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman), John Wick pun kini dipertemukan dengan teman lamanya, Sofia (Halle Berry). Semua pertemuan tersebut pada akhirnya menuntun John Wick kepada fakta-fakta baru yang belum ia ketahui sebelumnya.

Vox.com
Vox.com

Namun sekali lagi, John Wick tak hanya sekadar mendapatkan informasi dan pertolongan semata. Lebih dari itu John Wick kembali dihadapkan kepada kejahatan yang lebih kelam dan pengkhianatan yang menuntunnya pada amarah baru yang lebih mematikan.

Sanggupkah John Wick mengendalikan semua ini?

Sajian Visual Artistik dan Pertarungan yang Mendebarkan

Vox.com
Vox.com

Tak ada yang lebih menyenangkan dari menyaksikan John Wick Chapter 3: Parabellum ini selain melihat tata visual yang artistik dan memanjakan mata. Eksploitasi cahaya dalam penggunaan neon beraneka warna menjadikan film ini begitu hidup kala permainan cahaya tersebut dikombinasikan dengan adegan pertarungan yang brutal dan berkelas.

Tak hanya pada adegan outdoor yang memperlihatkan sudut-sudut kota New York malam hari, penggunaan neon aneka warna kala dikombinasikan pada latar pertarungan yang didominasi kaca pun semakin menambah kesan artistik dan stylish. Apalagi ketika momen pengambilan gambar statis yang menangkap momen dua orang dalam posisi siap bertarung, menjadikan adegan tersebut semakin dramatis dan mendebarkan.

Sinematografer Dan Laustsen (Shape of Water, Crimson Peak) nampaknya tahu betul apa yang dibutuhkan untuk membangun momen pertarungan yang maksimal. Sehingga tiap detil pertarungan mulai dari pace cepat hingga lambat sekalipun, semuanya mampu tertangkap dengan sempurna dan tentu saja menyajikan hasil akhir yang menggugah.

Rollingstone.com
Rollingstone.com

Jika pada John Wick pertama kita disuguhi sajian pertarungan brutal dengan intensitas tinggi, maka pada chapter keduanya John Wick justru terlihat menurunkan intensitas pertarungannya. Unsur drama sarat dialog lebih banyak dimasukkan di chapter 2 demi melengkapi kisah pada edisi sebelumnya yang mungkin belum terjawab.

Maka pada John Wick Chapter 3 ini, sang sutradara Chad Stahelski kembali menaikkan intensitas pertarungannya yang bahkan melebihi film pertamanya. Ya, kita dipaksa untuk menahan napas tiap kali John Wick bertarung satu lawan satu dengan para musuh yang menghadang. Ibarat sebuah diagram, pertarungan pada chapter 3 ini bisa dibilang sebagai titik puncaknya dari apa yang coba diperkenalkan pada chapter 1 nya.

Polygon.com
Polygon.com

Rahang patah, tubuh yang tersayat, hingga proses pembunuhan dengan cara "kreatif" khas John Wick, masih menjadi ciri khas. Kemudian dikombinasikan dengan berbagai adegan aksi baru yang mendebarkan semisal adegan berkuda di tengah kota New York ataupun bertarung diatas sepeda motor, menjadikan tiap adegan aksi di film ini nampak stylish dan memukau.

Koreografi pertarungan pun nampak memiliki peningkatan yang signifikan. Hadirnya Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman jelas membawa warna baru dalam koreografi film ini karena pertarungannya kini lebih cepat, lebih hidup dan tentunya lebih beragam dari film pendahulunya.

Adegan aksi John Wick bersama Sofia pun berhasil menjadi salah satu scene stealer yang memukau. Dan pastinya menunjukkan lebih lagi kemampuan John Wick tak hanya kala beraksi sendirian, namun juga kala ada partner disampingnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3