Mohon tunggu...
Yohanes Andrianto Sir
Yohanes Andrianto Sir Mohon Tunggu... Desainer - Sebuah Catatan Perjalanan

Ingin berbagi dengan dunia; belajar menuangkan sebuah perjalanan ke media tulisan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Wisata Sejarah dan Religi di Nusalaut

13 Februari 2022   14:57 Diperbarui: 13 Februari 2022   15:02 1867
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Interior gereja dengan atap kubah, khas gereja-gereja di Maluku *Dokumentasi Pribadi

Mendengar kata Nusalaut, saya langsung teringat dengan Martha Christina Tiahahu. Tidak hanya dikenal oleh orang Maluku saja, Christina telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai pahlawan nasional karena kegigihannya melawan penjajahan. Selain di pusat Kota Ambon, di Nusalaut ini juga terdapat patung sosok’nya yang  berdiri gagah sebagai memorial site di tanah kelahirannya.

Masuk diantara gugusan Pulau-Pulau Lease; Nusalaut secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Untuk mengunjunginya, saya harus menyeberang menggunakan Kapal Ferry (ASDP) selama kurang lebih enam jam dari Ambon. Kedatangan saya ke pulau anyo-anyo ini tidak untuk mengulik sejarah perjuangan sang Srikandi dari Timur, namun saya berniat mengunjungi beberapa gereja bersejarah yang berada di pulau ini. Setidaknya terdapat tujuh gereja tua yang tersebar di seluruh desa / negeri diantaranya adalah sebagai berikut :

Gereja Eben Haezer (1715) jemaat Desa Sila dan Leinitu.

Gereja Sion (1820) di Desa Nalahia

Gereja Beth Eden (1817) di Desa Ameth

Gereja Irene (1895) di Desa Abubu

Gereja Eben Haezer (1826) di Desa Titawaai

Gereja Sion (1820) di Desa Nalahia

Gereja Bethesda (1900) di Desa Akoon

Karena keterbatasan waktu, saya hanya berkesempatan untuk mengunjungi tiga diantaranya saja. Pastinya setelah melalui proses perizinan dari Pendeta maupun pengurus gereja yang bertugas saat itu.

Gereja Eben Heazer (1715) – Desa Sila-Leinitu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun