Mohon tunggu...
Yoga Prasetya
Yoga Prasetya Mohon Tunggu... Guru sastra Indonesia

Dunia sementara akhirat selamanya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Ternyata Guru Tidak Hanya Mengajar dan Mendidik, tetapi Juga Melayani

27 Oktober 2020   07:42 Diperbarui: 27 Oktober 2020   07:49 118 35 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ternyata Guru Tidak Hanya Mengajar dan Mendidik, tetapi Juga Melayani
Yoga Prasetya sedang mendampingi jajaran pimpinan Kementerian Agama saat acara KSMO 2020 (dokpri)

Banyak pengalaman yang saya dapatkan ketika menjadi seorang guru. Kemarin, 26 Oktober 2020, saya mendapatkan amanah untuk menjadi penerima tamu dalam acara Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO) Tingkat Jawa Timur. Lho? Bukannya tugas guru adalah mengajar dan mendidik?

Memang betul. Guru memiliki tugas utama untuk mengajarkan ilmu kepada siswa dan juga mendidik siswa agar memiliki karakter yang baik nan luhur. Namun, ada beberapa guru yang memiliki tugas tambahan, seperti menjadi penerima tamu dalam suatu kegiatan. Bagi saya ini adalah sebuah pengalaman yang menantang. Hal tersebut karena tidak saya pelajari di bangku kuliah.

Ada beberapa hal yang saya lakukan ketika menjadi penerima tamu. Di antaranya ialah menyapa, melayani, memberikan informasi kepada peserta lomba, pendamping siswa, bahkan pimpinan kementerian agama yang bertugas mengecek jalannya lomba. Hal ini tentu pekerjaan sulit bagi seseorang yang tidak memiliki jiwa melayani.

Seorang penerima tamu ternyata juga berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya suatu kegiatan. Para peserta lomba hingga pejabat yang hadir akan merasa puas jika mendapatkan pelayan terbaik dari seorang penerima tamu. Tidak harus tampan atau cantik. Yang penting memiliki sikap ramah dan komunikatif terhadap orang lain. Mungkin itu salah satu alasan saya mendapatkan amanah menjadi seorang penerima tamu.

Untuk menambah bobot artikel ini, maka saya melakukan studi literasi bagaimana menjadi seorang penerima tamu yang baik. Merujuk pada jojonomic.com, ada tiga aspek yang harus dimiliki seorang penerima tamu, yaitu keterampilan, pengetahuan, dan kepribadian. Berikut penjelasannya.

1. Penerima Tamu harus Memiliki Keterampilan Teknis, Pribadi, dan Berkomunikasi

Yoga Prasetya menyempatkan berswafoto dengan peserta lomba KSMO 2020 (dokpri)
Yoga Prasetya menyempatkan berswafoto dengan peserta lomba KSMO 2020 (dokpri)
Seorang penerima tamu harus mampu memberikan pelayanan secara maksimal. Untuk keterampilan teknis berhubungan dengan penggunaan alat komunikasi yang baik hingga mampu menguasai lingkungan tempat ia bertugas.

Nah, jika misalnya ada peserta lomba dari sekolah lain yang ingin ke toilet, maka tugas penerima tamu yang mengarahkan peserta tersebut. Termasuk kalau ada seseorang yang ingin berswafoto, maka luangkan waktu untuk orang tersebut. 

Secara pribadi, penerima tamu juga perlu memiliki keinginan untuk saling membantu dan menghormati. Tidak hanya pada saat bekerja tetapi juga di luar pekerjaan. Itulah yang namanya keterampilan pribadi. Nah, keterampilan berkomunikasi berhubungan dengan cara bicara yang lugas, efektif, efisien, dan ramah.

2. Penerima Tamu harus Memiliki Pengetahuan Umum dan Khusus

Seorang penerima tamu perlu mempelajari kemampuan umum, latar belakang orang yang datang ke suatu acara. Saya harus tahu siapa saja orang yang datang ke acara tersebut. Sehingga, saya dapat menyesuaikan diri dengan situasi saat menjadi penerima tamu.

Untuk pengetahuan khusus misalnya berhubungan dengan kognitif penerima tamu terhadap acara atau kegiatan yang diselenggarakan. Misalnya, acara KSMO adalah ajang kompetisi online yang diselenggarakan oleh kementerian agama provinsi Jawa timur yang memuat beberapa bidang. Mulai dari IPA, IPS, PAI, bahasa Inggris, dan bahasa Arab.

3. Penerima Tamu harus Gigih, Sopan, dan Tanggap

Menjadi penerima tamu berarti memiliki kepribadian melayani. Kalau gigih berarti harus siap datang lebih pagi dan pulang lebih sore dibandingkan guru lain yang menjalankan work from office atau bekerja dari sekolah, misalnya. Penerima tamu juga wajib berkepribadian sopan agar bisa menyenangkan orang lain.

Untuk kepribadian tanggap ini lahir dari sikap tanggung jawab dan loyal terhadap suatu instansi. Contoh sederhananya, ketika melihat ada hal yang kurang enak dilihat di sekitar laboratorium komputer tempat lomba. Seorang penerima tamu dengan tanpa disuruh harus tanggap memperbaiki situasi tersebut.

Itulah beberapa aspek yang perlu dimiliki oleh seorang penerima tamu, khususnya dalam suatu acara di sekolah. Saya sendiri memang masih belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi, bukan hanya terampil mengajar di kelas atau mendidik siswa dengan metode yang menyenangkan. Kini, saya sebagai guru juga harus terampil melayani para tamu yang datang ke sekolah saya.


Penulis: Yoga Prasetya, seorang guru di Madrasah Tsanawiyah Kota Malang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x