Mohon tunggu...
Sayed Mahdi
Sayed Mahdi Mohon Tunggu... Menyelamatkan Lingkungan Hidup Dimulai dari Tindakan Awalmu...https://meutani.blogspot.com

Peminat Masalah Pertanian, Lingkungan Hidup, Olahraga dan Pemerintahan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Benarkah Kopi Gayo Kini Tercemar Zat Kimia?

12 Oktober 2019   13:51 Diperbarui: 12 Oktober 2019   13:53 257 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Benarkah Kopi Gayo Kini Tercemar Zat Kimia?
Foto : Ilustrasi | pesona.travel

Dalam Ensikplopedia Bebas "Wikipedia" dijelaskan Kopi gayo (bahasa Inggris: Gayo coffee) merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, Indonesia.

Ia telah mendapatkan Fair Trade Certified dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010, Kopi gayo menerima sertifikat IG (Indikasi Geografis) diserahkan oleh Kemenkumham RI. Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali kopi arabika gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi kopi gayo sebagai kopi organik terbaik dunia.

Namun belakang ini, viral berita tentang penolakan buyer dari beberapa negara di Eropa yang menolak untuk membeli kopi Gayo. Predikat kopi Gayo sebagai kopi organik terbaik dunia mendapat tantangan yang harus segera diketahui duduk perkaranya dan mengembalikan nama baik kopi Gayo di mata dunia.

Nasib kopi arabika Gayo mulai mencemaskan, seiring dengan adanya penolakan dari sejumlah buyer (pembeli) di beberapa negara. Para buyer dari Eropa, German, Inggris, dan Perancis telah membatalkan kontrak pembelian dengan beberapa koperasi yang menjadi eksportir komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu.

Pasalnya, hasil penelitian laboratorium internasional, ada temuan kopi arabika gayo, telah terkontaminasi serta mengandung zat kimia jenis glyphosate, yang berasal dari obat semprot racun rumput (aceh.tribunews.com).

Jika merujuk kepada Isu pasar global yang berkembang saat ini, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan komitmen serius yang berhubungan dengan Keamanan Pangan (Food Safety) diantaranya : White paper on Food Safety (Uni Eropa) yang meliputi persyaratan traceability, animal welfare, food safety legislation, rapid alert system dan precautionary principle; Biosecurity Act (Australia) yang mensyaratkan ecolabeling, kandungan bahan kimia rendah dan dibatasinya kandungan bahan tambahan.

Di samping itu juga, Bioterrorism Act (Amerika) yang mensyaratkan tentang public health security & Bioterorrism preparedness and response Act (berlaku sejak 12 Desember 2003);  Ekspor Juices ke Amerika serikat sejak 2004 harus mempunyai sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point); dan General System of Preferences (GSP) yang mensyaratkan bahwa produk yang diekspor ke AS harus sesuai dengan ketentuan yang diminta konsumen.

Dan jika berpedoman pada prinsip-prinsip dasar penanganan keamanan pangan, ada beberapa hal yang harus dipedomani dalam mempruduksi maupun memasarkan produk pertanian, diantaranya : produk harus terhindar dari bahaya baik karena cemaran biologis, kimia dan benda lain (fisika) yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan manusia (Biologi = virus, bakteri, Kimia = residu pestisida, Fisika =  plastik, logam, kaca dsb).

Juga harus terpenuhinya prinsip lainnya yang mengadopsi Good Agriculture Practices (GAP) dan SOP  pada budidaya tanaman buah dan sayuran serta penanganan pasca panen; Pengelolaannya menggunakan pendekatan sistem dan usaha agribisnis yang meliputi sub sistem hulu, on farm, dan hilir serta subsistem penunjang; serta adanya sistem pengaturan, pembinaan dan pengawasan oleh masing-masing strata pemerintahan untuk mewujudkan jaminan keamanan pangan.

Lalu bagaimanakah dengan isu penolakan pembelian dari beberapa negara Eropa terhadap kopi Gayo. Apakah ini hanya isu untuk menjatuhkan harga kopi gayo di tingkat international, atau benar adanya tentang isu tercemar zat kimia berupa glyphosate? Paparan glifosat akan menyebabkan beberapa gejala, seperti iritasi mata, penglihatan menjadi kabur, kulit terbakar atau gatal, mual, sakit tenggorokan, asma, kesulitan bernapas, sakit kepala, mimisan, dan pusing. Bahan kimia glisofat juga dipercaya menjadi salah satu penyebab kanker.

Ketua Asosiasi Produser Fairtrade Indonesia (APFI) Armiadi mengatakan penolakan tersebut terjadi karena para pembeli Eropa menyebutkan hasil uji laboratorium bahwa kopi gayo kini diketahui mengandung zat kimia berupa glyphosate yang melampaui ambang batas.

Armiadi sendiri masih menaruh harapan bahwa apa yang terjadi saat ini terhadap komoditi unggulan asal gayo itu, hanya merupakan permainan pasar untuk mencoba menjatuhkan harga kopi gayo.

"Ada isu lain apakah ini perang dagang antara Amerika dan Eropa. Karena glyphosate adalah produk dari Mosanto, Mosanto adalah milik Amerika. Apakah karena produknya mencemari makanan lalu tidak diterima oleh Eropa," katanya.

Bantahan lainnya datang dari Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru. Bupati memastikan Kopi Arabika khususnya asal Pantan Cuaca tidak tercemar pestisida, karena dikelola dengan sistem organik. Sebab sebelumnya petani kopi di Pantan Cuaca telah mendapat bimbingan dari USAID Lestari dan Dinas Pertanian Gayo Lues, cara untuk meningkatan produksi komiditi kopi secara organik (orbitdigitaldaily.com).

Sementara Bupati Bener Meriah, Tgk. Syarkawi mengatakan, "Bisa jadi ini ada permainan pedagang. Ada yang melakukan blanding, ada pedagang yang mencampur kopi Gayo dengan kopi yang kualitasnya tidak sebaik kopi Gayo. Sehingga, kesanya kopi Gayo itu kualitasnya  kurang bagus," sebut Tgk. Syarkawi, Bupati Bener Meriah.

Untuk mengatasi isu kopi gayo yang tercemar bahan kimia ini, tidak cukup hanya dengan argumen-argumen semu, saling klaim dan tuduhan yang tidak bisa dibuktikan secara ilmu pengetahuan yang dapat memperbaiki keadaan.

Untuk itu sudah saatnya, kini diperlukan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah yang bertugas menyediakan Laboratorium Pengujian yang terakreditasi, melakukan uji mutu & residu, pelatihan Inspektur, pelatihan PPNS, mensosialisasikan standar (batas maksimum residu (BMR), sosialisasi Standar Baku Penanganan Produk Segar yang baik, monitoring berkala, pembinaan penerapan standar penanganan produk segar yang baik, pembinaan untuk menghasilkan produk yang aman (< BMR), melakukan inspeksi keamanan pangan dan melakukan penyidikan keamanan pangan di daerah.

Semoga kopi Gayo (Gayo coffee) tetap menjadi Kopi Terbaik di Dunia. []

VIDEO PILIHAN