Mohon tunggu...
yazid naim
yazid naim Mohon Tunggu... Pemuda Haus Ilmu

Merupakan pemuda haus ilmu yang terus mengejar dan mencari sampai waktu yang telah dinanti. Melalui Islamiyyah.net tulisannya akan mengudara dibumi pertiwi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Karakteristik Ibadah Menurut Perspektif Islam, untuk Generasi Milleial

22 Oktober 2019   11:08 Diperbarui: 22 Oktober 2019   11:26 0 0 0 Mohon Tunggu...
Karakteristik Ibadah Menurut Perspektif Islam, untuk Generasi Milleial
Sholat Tahajud (qalamdakwah.com)

Dalam Islam ibadah merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada tuhan yang menciptakan segalanya yang tampak dan tak tampak. Juga segala sesuatu yang ada dan sebelumnya. Ibadah mempunyai eksistensi yang tak lekang oleh gerusan zaman untuk mengantarkan seorang hamba memeluk tuhannya.

Bisa jadi dengan sholat wajib, sholat sunnah, maupun peribadatan yang berhubungan dengan perintah berbuat kebaikan, seperti menengok orang sakit, berbakti kepada orang tua dan lain-lain. Ciri khas dari ibadah yang digagas oleh Islam dapat dipahami sebagai berikut:

Tidak ada perantara

Pertama-tama, Islam membebaskan ibadah dari perbudakan apa pun menuju perantara antara manusia dan Penciptanya. Islam mencoba menciptakan persatuan langsung antara manusia dan Tuhannya, sehingga membuat intervensi perantara tidak perlu adanya.

Seorang yang bijaksana dan berpengetahuan dalam Islam (Sheikh, ulama) berfatwa, mungkin untuk menyoroti itu, manusia tidak memiliki hak untuk mengklaim bahwa Tuhan menerima atau menolak tindakan ibadah yang diarahkan kepada Tuhan.

Mereka dianggap manusia yang telah diberi tugas tambahan untuk mengajar yang tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan. Mereka dianggap bersalah jika mereka menyimpan pengetahuan untuk diri mereka sendiri dan tidak memberikannya kepada yang bercita-cita untuk memilikinya.

Dengan kata lain, yurisprudensi Islam tidak memaksakan domain orang-orang terpelajar dalam masalah agama selama orang-orang di jalan yang benar. Ini ada dalam teks Quran berikut ini: "Ingatkan mereka! Kamu hanya peringatan. Kamu bukan diktator tentang mereka."

Nabi Muhammad Saw juga berbicara kepada putrinya sendiri, Fatima, kata-kata berikut, yang menunjukkan bahwa semua makhluk berada pada tingkat kesetaraan total di hadapan Tuhan: "Oh Fatima, putri dari Muhammad! Aku tidak bisa membantumu dengan cara apa pun di hadapan Tuhan. "

Tidak Terbatas Ruang dan Waktu

Sholat di Puncak Gunung (islam.nu.or.id)
Sholat di Puncak Gunung (islam.nu.or.id)
Islam tidak hanya membebaskan ibadah dari kehadiran perantara, tetapi juga dari kurungan di tempat-tempat tertentu.

Islam berpikir bahwa setiap tempat cukup murni untuk menyembah Tuhan, apakah itu rumah pribadi atau di belakang hewan, atau dek kapal, atau masjid yang dibangun khusus untuk tujuan itu. Di mana pun seseorang berada, ia dapat berpaling kepada Tuhannya dan berkomunikasi dengan-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3