Mohon tunggu...
H. Yayat Nurhidayat. S.TP.
H. Yayat Nurhidayat. S.TP. Mohon Tunggu... Guru - Guru SMPN 1 Rajagaluh

Praktisi Pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Koneksi antar Materi, Pembelajaran Berdiferensiasi

17 Juli 2021   21:25 Diperbarui: 17 Juli 2021   21:26 4200
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1. Kesiapan belajar murid

Kesiapan menjadi hal yang paling penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kesiapan belajar menjadi dasar yang kuat bagi guru untuk membuat sebuah perencanaan level materi apa yang cocok bagi mereka, tindakan yang bagiamana yang akan dilakukan dan assement seperti apa yang akan diberikan. Kesiapan ini membantu guru untuk mengkreasi keterampilan seperti apa yang disesuaikan dengan level mereka. Cara yang dilakukan guru untuk mengetahui tingkat kesiapan mereka bisa dengan bertanya atau memberikan test awal terkait materi yang akan disampaikan.

2. Minat belajar murid

Kita tahu bahwa seperti juga kita orang dewasa, murid juga memiliki minat sendiri. Ada murid yang minat nya sangat besar dalam bidang seni, matematika, sains, drama, memasak, dsb. Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat 'terlibat aktif' dalam proses pembelajaran. Murid akan merasa dihargai dan diakui eksistensinya jika keragaman dan keunikan minat mereka selalu diperhatikan. Kebermaknaan pembelajaran akan lebih terasa dan teresapi oleh murid jika proses pembelajaran yang dilakukan direlevansikan dengan minat mereka. Motivasi belajar mereka akan muncul dan meningkat ketika minat mereka selalu diperhatian dan dijadikan dasar dalam pembelajaran. Maka penting bagi seorang guru sebagai meneger mengelola kelas, menyediakan meja-meja atau area minat yang akan diakses dan digunakan saat mereka belajar. Pencapaian pengetahuan dan keterampilan sama dengan cara yng berbeda yang disesuaikan dengan minat mereka.

3. Profil Belajar Murid

Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor, seperti: bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu juga akan berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Menurut Tomlinson (dalam Hockett, 2018) profil belajar murid ini merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dan lain-lain.

Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita sendiri. Padahal kita tahu setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Memiliki kesadaran tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka. Penting juga untuk diingat bahwa kebanyakan orang lebih suka kombinasi profil.

Profil belajar murid harus dijadikan sebagai dasar dalam membuat sebuah perencanaan, pemantauan peningkatan kemajuan hasil belajar, catatan perubahan dari sebelumnya dan rencana tindak lanjut yang akan digunakan. Kebutuhan-kebutuhan belajar tersebut harus mampu terakomodir dalam pembelajaran berdiferensiasi. Guru dapat menggunakan pendekatan sedikitnya pada tiga aspek berikut:

1. Konten

Konten merupakan informasi apa yang akan disampaikan atau materi apa yang akan diajarkan kepada murid dengan tetap memperhatikan kebutuhan murid. Konten juga mencakup materi dan masukan atau maeri pelajaran yang disesuaikan dengan tingkatannya. Konten yang bersifat tantangan diberikan kepada muridyang telah memahami materi. Dalam diferensiasi konten guru dan sekolah harus bekerja sama menyediakan daya dukung kepada murid untuk mengakses materi. Guru juga memodifikasi kurikulum dan materi pembelajaran berdasarkan gaya belajar, kesiapan dan minat murid.

2. Proses

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun