Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ketika Malam Tiba

8 September 2022   21:55 Diperbarui: 8 September 2022   22:14 66 10 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com


Ketika Malam Tiba

Malam kian merambat

Senyap merayap

Mengukir mimpi 


Kala kesendirian hadir
Mata pun kembali basah
Berurai tak berujung
Basahi raga

Malam ini
Separuh hatiku lesap
Yang tersisa hanya perih menindih
Memilin ulu hati
Hingga tak bertepi

Sekeping harap terus bergulir agar kau mendapat  pendar cahaya dari-Nya lalu membasuh wajahmu dengan air  wudhu yang kau ambil dari
telaga sore lalu

Ambarawa, 8 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan