Mohon tunggu...
Yana Haudy
Yana Haudy Mohon Tunggu... Praktisi online

Terima kasih banyak

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Survei Membuktikan, 58 Persen Anak Tak Suka Belajar di Rumah

12 April 2020   15:27 Diperbarui: 12 April 2020   15:40 600 37 15 Mohon Tunggu...

Tentu saja. Mana ada anak yang senang ibunya marah-marah saat mengajari dan menemani mengerjakan tugas sekolah.

Kenapa sih emak marah-marah melulu, Mak?

Emak sebenarnya tidak suka marah-marah, emak cuma tidak sabar karena selain mengajari dan menemani anak bikin PR, emak juga harus masak, bersih-bersih, belanja, dan mencuci. 

Belum lagi kalau anak yang diurusnya tak cuma satu. Tiap anak punya pelajaran dan tugas yang berbeda. Waktu emak seharian bisa-bisa habis hanya untuk mengajari satu anak ke anak yang lain. Lalu kapan emak nonton sinetron azab di televisi. Beruntung kalau di rumah ada pembantu rumah tangga, semua tetek-bengek rumah tinggal diserahkan ke pembantu, emak bisa fokus mengajari anak.

Bunda yang marah-marah dan tidak sabar saat mengajari anak hanya alasan kecil mengapa anak tidak senang belajar di rumah. Dan itu pendapat pribadi saya. 

Kalau menurut survei kuantitatif yang dilakukan Forum Anak Indonesia, anak tak senang belajar di rumah lantaran kesulitan dalam berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya. Sementara 38 persen dari anak-anak yang disurvei juga mengatakan bahwa sekolah belum memiliki program yang baik dalam penerapan belajar di rumah. 

Terakhir, mereka berharap tidak diberikan banyak tugas selama study from home berlangsung.

Jadi intinya, kegiatan belajar-mengajar jadi menyenangkan kalau ada teman-teman. Sebanyak apapun PR dari bapak-ibu guru kalau ingat besok akan sekolah lagi bertemu teman-teman, rasa senang dan semangat langsung muncul. 

Kalau di rumah, hanya ada emak karena bapakpun sibuk rapat online dan membalas ratusan email. Belum lagi adik yang ngajak main terus, kalau tidak diladeni nanti adik rewel bikin pusing.

Survei yang dilakukan bersama Kementerian Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu dilakukan dengan responden anak sekolah dibawah 18 tahun di 29 propinsi di Indonesia pada tanggal 26-29 Maret 2020.

Meski 99 persen dari mereka menyadari bahwa mereka harus berada dan belajar di rumah karena sedang ada wabah Covid-19, tapi sebagian dari mereka tetap ingin wisuda diadakan seperti biasa. Saat jadwal kelulusan mereka tidak ingin di rumah saja (ini yang disurvei pasti anak SMA).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x