Mohon tunggu...
Eki Tirtana Zamzani
Eki Tirtana Zamzani Mohon Tunggu... Pendidik yang mengisi waktu luang dengan menulis

Guru yang mengajar di kelas diperhatikan oleh 25-30 siswa, apabila ditambahi dengan aktivitas menulis maka akan lebih banyak yang memperhatikan tulisan-tulisannya. ekitirtanazamzani.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Ibu Ani Yudhoyono dalam Kenangan

2 Juni 2019   22:29 Diperbarui: 2 Juni 2019   22:44 0 2 0 Mohon Tunggu...
Ibu Ani Yudhoyono dalam Kenangan
Instagram aniyudhoyono

Kemarin pada hari Sabtu, 1 Juni 2019 bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Pancasila telah terjadi berita duka. Ibu Ani Yudhoyono istri Presiden RI ke-6 yakni Pak SBY, tutup usia pada umur 67 tahun. Beliau meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit National University Hospital (NUH) Singapura. Penyakit yang di derita Ibu Ani adalah kanker darah (leukemia).

Penyakit leukimia adalah pertumbuhan yang tidak normal atau akumulasi sel darah putih di sumsum tulang dan darah perifer, yang berakibat pada meningkatnya jumlah sel darah putih. Leukemia diklasifikasikan menjadi leukemia akut dan leukemia kronis.

Leukemia akut merupakan kanker darah dan sumsum tulang yang berkembang dengan cepat. Sumsum tulang yang terkena dampaknya memproduksi banyak sel darah putih tidak normal yang belum dewasa (dikenal sebagai "sel blast"). 

Sel darah putih tidak normal yang belum dewasa ini merupakan sel leukemia. Sel leukemia tumbuh dengan cepat di sumsum tulang dan memengaruhi produksi sel darah yang sehat, yang menyebabkan gejala aneamia (kelelahan) dan jumlah trombosit yang rendah (mudah mengalami perdarahan atau perdarahan secara berlebihan).

Leukemia kronis merupakan kanker yang berkembang dengan lambat dan membutuhkan periode waktu yang lebih lama. Sebagian besar pasien tidak merasakan atau hanya mengalami gejala kesehatan ringan hingga penyakit ini berkembang ke stadium lebih lanjut atau saat jumlah sel darah putih sudah sangat tinggi. (Leukimia Indonesia 2017 Hospital Authority)

Berdasarkan status Ibu Ani di instagram yang mengetahui penyakitnya saat sudah parah. Maka penulis dapat menyimpulkan kalau Ibu Ani menderita leukimia kronis.

"Menderita sakit, pasti pernah dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Wajar saja. Namun ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena blood cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang terkena penyakit itu.

Setelah hati saya, Bapak dan keluarga bisa mulai meresapi dan menerimanya, sadarlah saya bahwa Allah yang Maha Kuasa akan menguji siapa saja hambanya yang dikehendaki. Kali ini saya dipilih. Alhamdulillah, baik dokter Singapura maupun Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik untuk saya." (instagram AniYudhoyono 17 Februari 2019)

Jasa-jasa Ibu Ani
Ibu Ani mampu menggerakkan istri - istri pembantu suaminya dalam suatu wadah. SIKIB namanya yang merupakan singkatan dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. Lima tahun pertama Bu Ani sukses menggagas program besar bernama Indonesia sejahtera. Indonesia sejahtera memiliki lima program yang dibiayai pihak swasta dan pemerintah, yaitu Indonesia Pintar, Indonesia Peduli, Indonesia Sehat, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Hijau.

Dengan program Indonesia Pintar, Bu Ani hendak membuat rakyat pintar dengan gemar membaca tentunya. Membaca, seperti kerap dikutip siapa saja, termasuk Bu Ani, adalah jendela dunia. Karena suksesnya, putra pertama yang menjadi tentara mengabarkan program Bu Ani ke Lebanon juga. Mobil pintar dibawa untuk misi penjaga perdamaian di bawah PBB. (Buku berjudul Pak Beye dan Istananya, Penerbit Buku Kompas, Penulis Wisnu Nugroho, hlm. 35-36)

Itulah jasa-jasa Ibu Ani dalam menggagas program-program yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Tentunya dari program tersebut akan memberikan dampak yang meluas di masyarakat. Pemimpin yang dinamis (berubah-berubah) akan membuat berbagai terobosan yang sifatnya membangun perekonomian masyarakat agar lebih baik. Cara satu-satunya yaitu melalui pendidikan. Program Indonesia Pintar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2