Eki Tirtana Zamzani
Eki Tirtana Zamzani Pendidik

Guru yang mengajar di kelas diperhatikan oleh 25-30 siswa, apabila ditambahi dengan aktivitas menulis maka akan lebih banyak yang memperhatikan tulisan-tulisannya. ekitirtanazamzani.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Batuk yang Tak Kunjung Reda Berkaitan dengan Riwayat Jantung Bocor?

4 Februari 2019   00:50 Diperbarui: 4 Februari 2019   00:58 60 1 0
Batuk yang Tak Kunjung Reda Berkaitan dengan Riwayat Jantung Bocor?
http://yusvianews.blogspot.com

Murid saya sudah beberapa hari ini tidak masuk sekolah. Dia di rawat inap di rumah sakit karena penyakit batuk yang dialaminnya. Nama anak itu adalam Rama. Tempat tinggalnya di Kweden Kembar Kabupaten Mojokerto. Kulitnya sawo matang, berambut hitam lurus, dan selalu mengenakan arloji di pergelangan tangannya dari pemberian orang tuanya. Namun kini keceriaanya sudah tidak bisa saya lihat lagi didalam kelas karena sudah dua minggu mengamar di rumah sakit. 

"Saat sakit mendera di dalam tubuh kita. Pasti kita merenung bahwa nikmat kesehatan adalah salah satu rezeki yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tetapi rezeki kesehatan terkadang tidak kita syukuri karena ketidak tampakan-nya. Padahal kita tahu semua bahwa kesehatan itu mahal harganya".

Sebagai pengajar yang mengajar di dua tempat sekolah dan bimbel. Tentunya saya kesulitan untuk menjenguk murid saya yang sakit tersebut. Saya kemudian menjenguknya pada saat hari libur yaitu hari Minggu (27 -02-2019). Saya pergi ke rumah sakit pada sore hari diiringi dengan hujan rintik-rintik yang membasahi tubuh saya tipis-tipis.

Saya mengajak teman kerja di bimbel, namanya Pak Candra. Saya bersepedaan untuk menuju ke rumah sakit umum Mojosari kabupaten Mojokerto. Saya berangkat pada pukul 17.00 WIB. 

"Suasana yang mendung dan teduh di perjalanan sungguh menenangkan hati dan pikiran saya. Saat-saat tersebut adalah sesuatu yang langka dalam hidup saya karena bisa saya temui di akhir pekan saat tidak ada kesibukan memberikan les di bimbel."

Saat sore hari saya biasanya di bimbel. Pemandangan di jalan raya dengan melihat hijaunya persawahan, melewati jembatan yang dibawahnya mengalir aliran air sungai, dan pemandangan gunung dari kejauhan sungguh elok untuk dipandang mata.

Perjalanan ke rumah sakit seperti rekreasi bagi saya yang sehari-harinya dipenuhi dengan berbagai kesibukan bekerja di sekolah dan bimbel. Alangkah bahagiannya saat kita bisa memanfaatkan waktu satu jam hingga dua jam saat libur untuk menyegarkan pikiran dengan melihat pemandangan yang indah.

Perjalanan menuju rumah sakit sekitar 45 menit. Kita sampai di rumah sakit sebelum shalat maghrib. Sepeda motor saya parkir di tempat parkir depan rumah sakit. Kemudian kita bertanya pada petugas keamanan rumah sakit ruangan murid saya dirawat. Beliau menjelaskan arah-arah jalan menuju ruang kamar inap murid saya.

Dokter, perawat, dan orang-orang yang menjenguk pasien berjalan berlalu-lalang di dalam rumah sakit. Saya melihat petugas administrasi dengan kesibukannya mencatat kegiatan operasional rumah sakit. Rumah sakit menjadi tempat untuk beristirahat bagi pasien yang harus di rawat di ruang inap selama 24 jam lebih hingga kesembuhannya.

Saat kita ke rumah sakit. Kita datang untuk menghibur orang yang sakit. Semoga dengan kehadiran kita bisa sebagai penyejuk orang yang kita jenguk. Saat kita berkunjung tujuannya adalah untuk mendoakan kesembuhan penyakitnya. tidak lupa pula kita membawa buah tangan seperti roti dan air minum. Tujuannya agar buah tangan yang kita bawa bisa di konsumsi oleh orang yang sakit dan penjaganya.

Murid saya di jaga oleh kedua orang tuanya. Saat saya sampai disana saya bertemu ibunya. Kebetulan ayahnya saat itu lagi menunaikan ibadah shalat maghrib di masjid. Ketika saya datang langsung saya menyalami ibunya dan murid saya. Terlihat wajah sumringah ibu murid saya. beliau terlihat begitu senang saat saya kunjungi.

"Bagaimana Ibu Heni keadaan adek rama, apa sudah membaik?" tanya saya. 

"Masih batuk-batuk Pak Eki yang tak kunjung reda, Rama setiap saat jika lagi membutuhkan perawatan harus di uap. Batuknya kambuh lagi. Saat dia tidak bisa menjaga makanannya ya beginilah akhirnya. Kebiasaanya saat pertama batuk maka akan dilanjutkan dengan batuk-batuk selanjutnya. Batuk itu tidak kunjung reda. Sehingga wajahnya pun mulai membiru". Terang Bu Heni.

"Riwayat penyakitnya Rama dulu, dia itu pernah terkena jantung bocor Pak. Sehingga sewaktu dia masih sekolah TK harus menjalani operasi penjahitan jantung bocor oleh dokter sepesialis yang berada di klinik kota Surabaya. Biaya operasinya dulu sekitar Rp 50.000.000,00. Untungnya saat itu kami segera mengurus kartu bpjs terlebih dahulu. Agar biaya operasinya bisa di tanggung oleh pihak bpjs. Kami bisa mengangsur biaya iuran bpjs pada tiap bulannya sehingga bisa terasa ringan". tutur Bu Heni 

Untungnya saat itu ada orang baik yang membantu saya Pak. Jika saya harus bolak-balik dari kota Mojokerto ke kota Surabaya tentu biayanya juga mahal dan bisa-bisa saya capek diperjalanan. Sehingga saya juga bisa sakit karena keletihan. Saat saya ikut sakit, adek Rama malah tidak ada yang memperhatikan karena ayahnya juga harus bekerja. Karena beliau tulang punggung keluarga kami.

Dokter yang merawat operasi jantung bocor untuk anak saya saat itu menawarkan bantuan kepada saya Pak. Saya disuruh tinggal saja dirumahnya. Selama adek dalam menjalani masa-masa perawatan mulai dari sebelum operasi hingga selesai operasi.

Tahunya penyakit jantung bocor mendera tubuh adek yaitu saat itu saat adek batuk-batuk dan tak kunjung reda. Kemudia dokter memutuskan untuk memeriksa jantungnya di ruangan laboratarium. Ternyata jantung adek Rama bocor. Bocornya itu lebih kecil dari tusukan jarum yang membentuk lubang. 

Operasi pembedahan dimulai dari pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 10.30 WIB. Jadi waktu 90 menit tersebut yang membuat perasaan kami selaku orang tua begitu tidak tenang karena diliputi perasaan khawatir. Menurut dokter jika operasinya berhasil maka kesembuhan dari penyakit batuk yang akan diterima adek. Namun jika gagal maka kebocoran jantung adek akan semakin melebar. Orang tua mana yang tega melihat anaknya masuk diruang operasi untuk dibedah. Saya tiada henti-hentinya untuk mendoakan kesembuhan dan keberhasilan operasi yang dilakuan saat itu.

"Bu saat operasi adek di bius setengah sadar atau harus dibius total?" tanya saya

"Itu Pak adek Rama di bius total sehingga saat menjalani operasi tidak sadarkan diri".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3