Mohon tunggu...
Dewi Purwati
Dewi Purwati Mohon Tunggu... Guru - Creative Writer

Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Author (Penulis) Konselor Sekolah

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Pengalaman Melahirkan Normal

23 Oktober 2022   13:32 Diperbarui: 25 Oktober 2022   20:14 1419
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tulisan ini refleksi sebagai kesyukuran lahirnya anak kami dengan selamat, sehat walafiat

Hal yang paling dinanti dalam kehamilan adalah detik detik menanti melahirkan tiba. Sebab calon ibu dan ayah akan segera bertemu dengan baby mungilnya yang sudah dinanti-nanti selama 37-40 Minggu.

Melahirkan dengan proses normal adalah impian setiap ibu. Namun tak jarang lantaran alasan tertentu persalinan normal tidak bisa dilakukan kemudian terpaksa Operasi SC ditempuh. Namun apapun persalinannya melahirkan normal maupun cesar adalah suatu fase terhebat yang dialami seorang wanita untuk menjadi sosok ibu. 

Dengan demikian Allah mengajarkan kita bersyukur sebagai wanita karena Allah telah mendesign dan mengatur sedemikian rupa tubuh dan kodratnya yang mulia (dari semenjak hamil hingga melahirkan). Demikianlah pula impianku sebagai seorang ibu yakni hamil dengan persalinan normal. 

Hari itu tepat pada hari Rabu Pon, 09 September 2020 sempurnalah tugasku menjadi ibu di tahap awal melahirkan dengan persalinan normal. Alhamdulillah telah lahir anak pertama kami, berjenis kelamin perempuan dengan sehat dan selamat melalui persalinan normal yang kami beri nama putri kami
*Aishwarya Roro Ayu Prasetyo*

Semoga kelak putri kami menjadi wanita yang sholehah, beriman dan mencintai Al-Qur'an, penyejuk hati, berakhakul karimah,  bermanfaat untuk orang banyak.

Tugas selanjutnya belumlah selesai, karena proses mendidik anak menjadi tonggak pilar utama tugas seorang ibu, karena ibu adalah madrasatul ula (yakni sekolah pertama bagi anak-anaknya).
Semoga kami mampu menjadi orang tua yang amanah dunia akhirat.

Dalam masa kehamilan tentu tak luput dari ujian pendewasaan. Diawali kehamilan trimester pertama hingga proses melahirkan. Dokter memvonis bahwa air ketuban yang ada didalam rahimku dinyatakan sedikit (olighomnion) di kehamilan menginjak 5 bulan. Dokterpun menyarankan untuk memperbanyak minum air putih. Walhasil aku tidak mau mengulangi kesalahan yang kedua kali. Singkat cerita, di awal kehamilan di trimester pertama aku terkena ISK. ISK adalah Infeksi Saluran Kemih yang diakibatkan oleh kurangnya konsumsi air putih sehingga menyebabkan infeksi di saluran kandung kemih. Kejadian itu tepat 5 minggu setelah aku dinyatakan positif hamil. 

Beruntunglah, Maha Besar Allah, memberiku kesempatan untuk menjaga janin yang ada dalam kandungan. Akupun lantas berikhtiar menambah porsi minum air putih 2.5 L per hari. Belum selesai dengan PR minum air mineral, memasuki usia kandungan 6 bulan saat kembali periksa USG, janin yang aku kandung divonis dalam keadaan sunsang (yakni posisi kepala bayi berada di atas/bukan dekat jalan lahir). Dokter menyatakan, jika tidak segera diperbaiki letak posisinya maka kemungkinan besar harus dilahirkan secara SC.

Saat mendengar pernyataan dokter tersebut, saya seperti tersambar petir di siang bolong. Pasalnya saya tidak bisa membayangkan sakitnya persalinan operasi SC lebih berlipat-lipat dari persalinan normal. Akhirnya saya dan suami meminta saran apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki posisi bayi agar menuju jalan lahir. Dokter menyarankan untuk melakukan sujud sebanyak 3 kali sehari dengan durasi 10 menit tiap sesi.

Sayapun mengerjakan PR tersebut dengan sebaik mungkin. Masalah hasil apapun kami serahkan pada Allah. Intinya kami ikhtiar dahulu. Setiap hari minimal 3 kali sujud dengan durasi 5-10 menit istiqamah dilakukan diluar sujud diwaktu sholat.
Usaha memanglah tidak pernah mengkhianati hasil. Allhamdulilah saat kembali periksa USG kehamilan 8 bulan, akhirnya letak kepala janin memutar ke bawah arah jalan lahir.
Syukur penuh rahmat atas kemurahan Allah SWT saya dan suami panjatkan karena tinggal sedikit lagi upayaku melahirkan dengan persalinan normal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun