Mohon tunggu...
Mas Han
Mas Han Mohon Tunggu... Administrasi - Penikmat Kopi dan Belajar Menulis

Arkeolog, Peneliti, Penikmat Kopi, Pecandu Senja, Pencinta Telaga, Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Jejak Masa Meniti Semesta

28 Juli 2021   20:08 Diperbarui: 28 Juli 2021   21:55 136 23 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Jejak Masa Meniti Semesta
Ilustrasi Puisi : Jejak Masa Meniti Semesta. Sumber : kabar madura.id

Malam masih menggantung di penghujungnya, dalam kecemasannya menunggu pagi yang tak sabar menggantikannya. 

Langit masih memerah karena jejak purnama yang masih tertinggal. Jejak yang enggan beranjak, meski cahaya mentari menanti hendak. 

Cahaya langit berpendar diantara jingga purnama dan kemilau pagi. Semesta mengajarkan tentang menerima segala kuasa. Diantara semua rasa yang tercipta. 

Kita adalah anak manusia yang lahir dari semesta. Yang hadir karena titah yang dihidupkan nirwana kepada jagat raya. Mayapada dalam ilusi dan imaji yang dijejak masa, di bumi. 

Kita adalah perjalanan masa meniti jejak matahari hingga senja yang ditinggalkannya. Kita adalah perjalanan masa yang meniti jejak rembulan hingga menghilang,  lalu berganti pagi. 

Kita adalah jejak masa yang mengalir, hadir dan hidup dalam keterasingan. Kita juga jejak zaman yang hiruk pikuk memaknai waktu yang tak pernah tentu. 

Kita darimana, hendak kemana adalah pertanyaan-pertanyaan semu yang tak pernah terjawab waktu. Kita hanya tahu purnama hidup dalam malam, dan cerlang surya mengantar pagi. 

Kita adalah anak manusia yang lahir dari rahim masa. Hanya menapaki jejak masa, meniti semesta, dan kembali kepada Sang Maha Raya. 

Mas Han. Manado, 28 Juli 2021

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x