Mohon tunggu...
Wiwien Wintarto
Wiwien Wintarto Mohon Tunggu... Penulis serba ada

Penulis, sejauh ini telah menerbitkan 29 judul buku, 17 di antaranya adalah novel, terutama di PT Gramedia Pustaka Utama. Yang terbaru adalah novel Elang Menoreh: Perjalanan Purwa Kala (terbit 1 November 2018) terbitan Metamind, imprint fiksi dewasa PT Tiga Serangkai.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Mencoba Memahami Jajanan Anak-anak

29 Mei 2016   21:42 Diperbarui: 29 Mei 2016   22:42 120 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mencoba Memahami Jajanan Anak-anak
Ilustrasi: Goodreads.com

Novel, sebagaimana jajanan, juga tersegmentasi. Ada target tertentu yang dituju, di mana dia berfungsi sangat baik pada tingkatan itu, namun tidak pada tingkatan yang lain. Karena itu penilaian kepadanya harus dilihat pula pada ranah tersebut, dan tidak semata pada eksistensinya secara utuh dan bulat.

Membaca Refrain karya Winna Efendi adalah seperti memahami arti penting jajanan anak-anak bagi anak-anak. Inilah saatnya kita belajar berempati dan mengamati sesuatu tak melulu dari persepsi dan perspektif masing-masing. Kita harus rehat sejenak berada dalam posisi orangtua yang berkernyit dahi sambil bertanya “Enaknya di mana sih?” pada anak yang menikmati pasta cokelat atau permen jelly.

Sebab novel semacam ini memang bakal mengundang kerutan dahi bagi khalayak di luar target market-nya, namun tidak dalam lingkungan “habitat”-nya. Di teritori itu, ia tak beda jauh dari keberhasilan kafe bernuansa romantis pada tanggal 14 Februari: disesaki pengunjung bukan selalu karena masakan berkualitas, melainkan karena pas secara fungsi.

Dalam sebagian besar bagiannya, Refrain mengandung semua elemen yang bagaikan wajib harus tersaji pada novel-novel roman remaja Indonesia: SMA swasta elit, pelajar SMA bermobil mewah, murid baru yang cantik, tim cheerleaders dan geng cewek-cewek populer yang glamor, serta kapten tim basket idola para siswi. Ini sekaligus juga satu lagi cerita bertema “mulai merasa aneh pada sahabat dan tetangga sendiri”.

Sepasang sahabat dan tetangga itu adalah Nathaniel Wiryawan alias Nata dan Nikola Ciputra alias Niki. Mereka bersahabat sejak kecil, dan tiap malam hang out di tempat permainan trampolin. Saat berumur 16 tahun dan Niki gemar berdandan, Nata mulai merasakan sesuatu berubah pada dirinya tiap kali melihat sahabatnya yang mendadak terlihat cantik itu.

Lalu di sekolah mereka, SMU Harapan, hadir murid baru yang berdarah bule, Annalise Putri, anak dari model internasional Vidia Rossa yang diidolakan Niki. Anna naksir Nata, tapi Nata sudah telanjur jatuh hati pada Niki. Dan situasi jadi runyam ketika, pascapertandingan bola basket antara tim SMU Harapan dengan SMU Pelita, Niki diajak kenalan kapten tim basket lawan, Oliver Saputra yang ganteng dan tajir.

Nata kian uring-uringan ketika Niki kemudian jadian dengan Oliver. Dan sesudah dua kali perasaan terpendam terkuak dengan cara yang hampir sama serta insiden memilukan yang dialami Niki di acara prom night SMU Pelita, Nata harus mengorbankan perasaannya pada Niki dengan melanjutkan kuliah ke tempat yang sangat jauh. Ke mana lagi jika bukan Amerika Serikat.

Refrain disusun dengan suasana yang serba beraroma internasional. Majalah Elle yang khusus dipesan dari luar negeri, ibunda yang sibuk berkarier di Eropa, dan para tokoh yang ngemil stroberi dicelup cokelat, marshmallow, serta gelato matcha, dan bukan ceriping singkong, emping melinjo, atau apalagi rondho royal. Mereka pun libur dua bulan selama musim panas (dan bukan kemarau).

Lalu, pada akhir masa pendidikan SMA, para siswa senior (dan bukannya murid kelas XII) mengenakan gaun pesta dan tuksedo serta datang dengan limousine ke acara prom night (dan bukan pesta perpisahan di rumah salah satu murid). Pada satu titik, kita terpaksa harus kembali meyakinkan bahwa lokasi cerita adalah di DKI Jakarta, bukan New York atau San Fransisco.

Di luar situasi kebatinannya yang sangat mengidolakan keeropaan dan keamerikaserikatan, Winna cukup piawai memainkan berbagai elemen khas cerita drama percintaan. Ada cinta terpendam dan kata-kata yang tak terucapkan (Anna tentang perasaan Nata terhadap Niki, dan Nata pada Niki tentang siapa yang lebih dulu merasakan arti jatuh cinta) dan ending ala cerita fairy tale (putri yang menerima tindak kekejaman di kastil musuh dan diselamatkan knight in shining armor).

Pada tataran “jajanan anak-anak untuk para anak-anak”, unsur-unsur ini sangat efektif memancing emosi dan simpati pembaca. Ditambah dengan efek Amerikanisasi yang menjadikannya punya proksimitas psikologis yang kuat bagi para ABG, Refrain adalah sebuah suguhan yang sangat pas bagi target marketnya. Tak heran novel ini laku keras dan dicetak berulang kali hingga lima tahun sesudah rilisnya pada tahun 2009 (yang kubaca adalah edisi cetul ke-23) lalu difilmkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x