Mohon tunggu...
Wistari Gusti Ayu
Wistari Gusti Ayu Mohon Tunggu... Saya seorang guru

Guru adalah profesi yang mulia, saya bangga menjadi guru

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bagaimana Bersikap Jika Anak Dibully di Sekolah?

21 September 2019   13:30 Diperbarui: 21 September 2019   19:17 164 8 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Bersikap Jika Anak Dibully di Sekolah?
Sumber gambar: techexplorist

Kasus bullying sangat marak belakangan ini, bahkan di kalangan anak kecil yang masih PAUD ataupun SD. Sebenarnya sejak zaman dahulu juga kasus ini sudah terjadi. Bahkan dulu ketika saya SD pernah merasakannya. Saat SD badan saya yang kecil, mungkin dilihat lemah, dan tak berdaya sering menjadi bahan bullying dan teman-teman sering ngerjain saya dengan membawa ulat-ulat kecil yang diambil dari daun kembang sepatu yang di kebun bunga di sekolah.

Sampai saat ini hal itu sangat membekas, dan ketakutan saya akan ulat tersebut masih terasa sampai saat ini. Lalu ketika mendengar salah seorang teman bercerita tentang anaknya yang dibully di sekolah, saya kembali merasakan kisah saya di kala itu.

Betapa tertekannya saya, betapa tak berdayanya saya mengelak dari bully tersebut. Andai saja saat itu saya sudah dibekali cara membela diri, membangun percaya diri oleh orang tua, tentu hal itu tidak akan terjadi. Disamping itu, seandainya saja teman lainnya juga sama, di rumah mereka diajarkan untuk sayang kepada temannya, diajarkan etika, dan tata krama bergaul dengan teman, tentu saja saya tidak menjadi korban.

Lebih penting lagi, seandainya saat itu wali kelas saya tahu dan menjadi penengah akan hal ini mungkin hal tersebut tidak akan berlanjut. Pernah suatu saat saya membayangkan agar cepat saja lulus SD agar terbebas dari bullyan teman. Memang tidak semua teman seperti itu, namun, walaupun hanya satu atau dua orang sangatlah tidak nyaman rasanya.

Oleh sebab itu, mungkin sebaiknya jika anak dibully di sekolah, kita mencari akar permasalahnya. Apa penyebab anak dibully. 

Walaupun misalnya anak kita merupakan korban pembullyan, kita sebagai orang tua di rumah juga harus mampu menanamkan karakter-karakter secara baik, agar suatu saat nanti dia tidak sampai  membalas dengan membully temannya di sekolah. Membangun rasa percaya dirinya dan yang lebih penting memberi dia rasa nyaman agar tetap mau ke sekolah. Dalam hal ini pihak sekolah harus tahu, ketika anak sudah mengeluh sering dibully, ketika terjadi pembiaran, sang anak akan merasa semakin ketakutan.

Dan kebetulan hari ini saya berprofesi menjadi seorang guru, jadi yang bisa saya lakukan saat ini selalu mengajarkan bahwa di sekolah, semua anak harus memperlakukan temannya dengan baik, bergaul dengan baik seperti memperlakukan diri sendiri. Jika seorang disakiti secara fisik atau verbal, itu akan sangat membekas. 

Tidak semua orang mampu bangkit jika dia merupakan korban. Ada anak yang mungkin akan mengalami trauma. Itu tentu tidak kita inginkan sampai terjadi. Jadi dalam kasus bully di sekolah, baik orang tua, guru, siswa harus mau bekerja sama untuk menghentikan tindakan ini.

VIDEO PILIHAN