Mohon tunggu...
Windi Teguh
Windi Teguh Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Penting Gak penting semua ditulis, karena menulis itu Melegakan

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

40 Tahun Taman Mini Indonesia Indah, Perekat Budaya Bangsa

31 Maret 2015   19:11 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:43 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kalau belum, mulailah merencanakan perjalanan ke Indonesia. Kunjungi pulau-pulau cantik yang membingkai perairannya. Rasakan deburan ombak di pantai yang mengelilinginya. Rasakan kulinernya yang lezat. Dan jangan lupa nikmati sajian seni dan budayanya yang tidak akan anda temukan di negara lain.

Gemulai tarian Jawa, hentakan tarian suku dayak, lirikan penari Bali, sampai meriahnya tarian Kolosal Kembang Pesisiran.

[caption id="attachment_358439" align="aligncenter" width="300" caption="Tari Bali"]

[/caption]


[caption id="attachment_358440" align="aligncenter" width="300" caption="Tarian Kolosal Kembang Pesisiran"]

[/caption]



Itu saja?

Tentu saja tidak. Manjakan telinga anda dengan lagu-lagu daerah yang sarat makna. Si Butet yang menyuarakan kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. Dengarkanlah

Buteeet... dipangungsian do apang mu Ale... Butet

damargurilla Da mardarurat Ale.. butet.

Atau cerianya lagu ampar-ampar pisang dari Kalimantan Selatan. Perlu menambah semangat?, dengarkanlah lagu Sasojo dari Papua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun