Mohon tunggu...
M. Hamse
M. Hamse Mohon Tunggu... Guru - Hobi Menulis

Hobi Menulis

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Fiksi Mini: Membenci Pelangi

4 April 2024   17:15 Diperbarui: 4 April 2024   17:21 95
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Sudah hampir pukul 15.00, hujan terus mengguyur bumi. Tak bosan-bosannya datang, padahal tak dirindukan. Aku sampai menghabiskan dua gelas kopi sampai sekarang. Pandanganku mulai berkabut saat pelangi menghiasi hujan. Harusnya aku bersukacita, sebab pelangi terlalu indah untuk dipandang. Namun, kali ini berbeda, aku menghujat datangnya. Itu disebabkan, kisah lalu yang menyakitkan.

"Mas Ali?" perempuan muda itu memastikan.

Aku mengangguk bingung. Wajahnya tertutup kaca helm, di tambah masker di mulutnya.

"Aku, Kania, Mas," katanya saat mendapati aku masih bingung.

Serasa jantungku dihujam tombak. Sakitnya tak tertahankan. Aku mengepalkan tangan, siap mencabiknya. Ia telah menggantikan bahagiaku dulu dengan sebongkah duka.

"Maaf, Mas Ali," katanya.


"Apa katamu? Maaf?" Segampang itu?" nada suaraku meninggi.

Kania memelas. Rasanya tak tega aku membentaknya. Hanya saja, kesalahannyalah membuatku terluka. Duniaku hilang saat itu dulu. Aku belum bisa melupakan semuanya.

"Aku dulu sangat mencintaimu, Mas. Itu sebabnya aku memfitnahmu di depan Karin. Maafkan aku!"

"Kamu tega, Nia," kataku menahan tangis.

"Karin meninggalkanku," lanjutku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun