Mohon tunggu...
Widi Kurniawan
Widi Kurniawan Mohon Tunggu... Human Resources - Pegawai

Pengguna angkutan umum yang baik dan benar | Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2022

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Stadion Pakansari, Ternoda oleh Sampah

5 Desember 2021   21:12 Diperbarui: 5 Desember 2021   21:23 465
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sampah plastik berserakan, bumi menjerit (foto by widikurniawan)

Sampah plastik berserakan, bumi menjerit (foto by widikurniawan)
Sampah plastik berserakan, bumi menjerit (foto by widikurniawan)

Permisifnya Pemkab setempat yang mengakomodir para PKL hingga usaha penyewaan sepeda, mainan anak-anak dan andong, ternyata tak disertai kedisiplinan para pelaku usaha dan masyarakat pengunjungnya.

Setali tiga uang, Pemkab setempat juga seolah tidak hadir untuk mengantisipasi produksi sampah yang mengenaskan ini. Tempat sampah hanya bisa dihitung dengan jari, itu pun tidak cukup untuk menampung semuanya.

Meskipun ada papan dengan tulisan "KAWASAN BERSIH SAMPAH" disertai informasi tentang ancaman hukumannya, hal ini seolah tidak ada artinya. Mau ditulis seseram apapun ancaman hukumannya, papan tersebut tidak membuat para pembuang sampah sembarangan menjadi takut.

Papan peringatan di depan stadion, kok nggak serem? (foto by widikurniawan)
Papan peringatan di depan stadion, kok nggak serem? (foto by widikurniawan)

Gimana mau takut? Kan buang sampah sembarangan itu bagi sebagian orang sudah menjadi semacam tindakan otomatis tanpa kesadaran. Lagi duduk "hahahihi" sambil minum es teh manis, setelah itu gelas plastiknya dicampakkan begitu saja, atau ditinggal tanpa dipedulikan.

Hmm, itu mantan atau sampah sih? Awalnya begitu menggoda, selanjutnya dibuang begitu saja.

Tempat sampah hanya tersedia terbatas (foto by widikurniawan)
Tempat sampah hanya tersedia terbatas (foto by widikurniawan)

Ketidakdisiplinan masyarakat saat membuang sampah patut disesalkan mengingat pengunjung yang datang ke area tersebut biasanya membawa anak-anak. Sudah pasti ini menjadi edukasi yang buruk bagi generasi mendatang. Orang tuanya saja memperlakukan sampah dengan sembarangan, tentu yang begini bisa jadi contoh bagi anaknya.

Namun, selalu menunjuk hidung masyarakat pengunjung dan petugas hanya membersihkan seluruh sampah ketika semua aktivitas di area Stadion Pakansari berhenti juga bukan langkah yang solutif. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas di wilayah tersebut, termasuk pengelolaan sampah dan edukasi terhadap masyarakat pengunjung.

Ini mungkin ada tong sampah, tapi tak kasat mata (foto by widikurniawan)
Ini mungkin ada tong sampah, tapi tak kasat mata (foto by widikurniawan)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun